Karimun

Ada Plang JOKOWI CENTRE di Lahan Sengketa

Pj Kades Pangke Barat M Thamrin kaget telah berdiri plang JOKOWI CENTRE di lahan yang sedang bersengketa f,TRI

batampos.id- Polemik sengketa lahan yang berada diwilayah desa Pangke Barat, kini memasuki babak baru dengan hadirnya plang Team JOKOWI CENTRE dengan dasar warna kuning yang tertulis ”TANAH INI DIKUASAI OLEH KELOMPOK MASYARAKAT DESA PANGKE/DESA PANGKE BARAT SEJAK TAHUN 1997-SEKARANG DI Dampingi Team JOKOWI CENTRE di Kampung Tengah Pangke Barat II RT 002 dan RT 003 RW 001, Desa Pangke Barat.

BACA JUGA: Sengketa Lahan Antara PT SSP dengan Warga Masuk Ranah Hukum

Pj Kepala Desa Pangke Barat M Thamrin saat melihat langsung kelokasi, merasa kaget dengan telah berdirinya plang JOKOWI CENTRE ada tujuh titik. Bahwa dirinya tidak pernah mendapatkan laporan dari staff terhadap keberadaan plang tersebut. ” Baru hari ini (Jumat-red) saya melihat mengatasnamakan JOKOWI CENTRE. Dan, saya tegaskan tidak ada izin pemasangan plang ini,” jelas Thamrin, Minggu (3/9).

Untuk itu pihaknya, akan mencari informasi siapa yang memasang plang tersebut. Sebab, lahan sengketa itu sudah ada pemiliknya dari almarhum Asiong yang telah diberikan kepada anak-anaknya. Salahsatunya, dari anak almarhum Asiong saudara Selamat yang berdasarkan dari surat-surat legalitas terhadap kepemilikan lahan.

” Di sini, ada sekitar lebih kurang 50 KK dengan lahan 64 hektar. Termasuk, lahan yang ada didesa Pangke dan sudah kita lakukan mediasi, tapi masih ada warga yang belum mengakui,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang warga HI menuturkan, bahwa terjadinya penyerobatan lahan dimulai pada tahun 2000 silam. Namun, tidak mengetahui secara persis siapa-siapa saja orang yang menyerobot dengan mendirikan bangunan.

” Saya tinggal sudah sejak tahun 1996. Ada bekas pemilik almarhum Asiong, seperti sumur tua yang masih dipergunakan warga, tempat penggilingan karet, tapak bekas bangunan rumah yang ditinggalin almarhum Asiong,” tuturnya.

Sedangkan, kuasa hukum Selamat salah satu anak dari almarhum Asiong Linda Theresia mempertanyakan keberadaan plang mengatasnamakan Jokowi Centre yang berdiri dilahan milik kliennya. Dengan adanya, plang ini seakan-akan orang-orang yang diduga mafia tanah dalam hal ini orang-orang yang menyerobat tanah kliennya merasa hebat. Mereka, merasa dilindungi oleh JOKOWI CENTRE.

” Saya meragukan, apakah mungkin Presiden RI dalam hal ini JOKOWI CENTRE benar-benar melindungi yang diduga mafia tanah. Sempat, mereka seakan-akan adalah korban mafia tanah,” tuturnya. Faktanya klien kami yang merupakan korban karena diatas tanah klien banyak berdiri rumah-rumah penyerobot tanah. Perlu diketahui bahwa, klien kami memiliki surat alas hak tahun 1996 dan belum pernah dijual. Dugaan, modus sementara awalnya pura-pura tanam, ketika tidak ada yang menegur makin luas yang ditanam.

” Salah satunya pembuatan surat pernyataan dengan tahun 1997 tapi materai yang ditempelkan materai tahun 2016 sampai 2021. Dan, surat-surat lainnya,” tuturnya.

Dengan adanya plang tersebut, kliennya merasa takut bahwa seolah-olah menjadi mafia tanah. Padahal, kliennya benar-benar memilik tanah tersebut dengan bukti-bukti surat yang berlaku hingga sekarang. ” Dalam waktu dekat ini, saya akan mengirimkan surat terbuka kepada Presiden RI Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menanyakan  apakah betul nama Presiden RI bisa dipakai di plang untuk menakut-nakuti pemilik tanah agar pergi dari tanahnya sendiri?

”Karena saat ini klien kami sangat ketakutan. Dan meminta perlindungan hukum kepada dari Presiden RI Jokowidodo dan Kapolri,” kata Linda.(*)

Reporter : TRI HARYONO
Editor : tunggul