Bintan-Pinang

Cetak Da’i Remaja yang Berkarakter Pemimpin dan Kuasai Manajerial Dakwah

Peserta perwakilan dari 10 kecamatan yang ada di Bintan mengikuti pendidikan dan pelatihan da’i remaja yang diadakan oleh MUI Kabupaten Bintan di hotel De Bintan Villa, Teluk Bintan, Sabtu (2/10). F.Slamet Nofasusanto

batampos.id– Sebanyak 25 peserta perwakilan dari 10 kecamatan yang ada di Bintan mengikuti pendidikan dan pelatihan da’i remaja yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bintan.Kegiatan menghadirkan instruktur dari Tim Sabiluna dilaksanakan di hotel De Bintan Villa, Kecamatan Teluk Bintan, selama dua hari sejak Sabtu (2/10).

BACA JUGA: Covid Melandai, Ekonomi mulai Menggeliat

Ketua MUI Kabupaten Bintan, Ali Ahmadi mengatakan, di masa digital ini, da’i harus lebih kreatif dan inovatif terutama dalam hal kepemimpinan dan manajemen dikarenakan tantangan semakin global dan canggih.

Da’i lanjutnya, selain siap menjadi pendidik, guru, serta ulama, juga mesti siap menjadi pemimpin. Baik dalam organisasi keagamaan, birokrasi maupun dalam usaha wiraswasta ataupun bisnis.

“Terutama harus mampu memimpin dan memanajemen dakwah secara sistematis dan ulet. Tidak mudah menyerah menghadapi kondisi sosial masyarakat yang perubahannya sangat cepat,” pesannya.

Dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan ini, Ahmadi berharap, bisa mencetak da’i-da’i remaja yang berkarakter pemimpin dan menguasai manajerial dakwah.

Plt Kabag Kesra Pemkab Bintan, Indra Gunawan mengatakan, da’i pada era modern ini harus beradaptasi dengan masyarakat yang semakin modern. Serta harus terjun di tengah masyarakat dengan berbagai profesi, baik menjadi pekerja maupun menjadi pengusaha.

“Da’i juga harus siap menjadi kepala desa, menjadi pegawai negeri, maupun menjadi pemimpin seperti menjadi kepala daerah,” katanya.

Ketua Panitia, Iwan Berry Prima mengatakan, seluruh peserta harus mengikuti Diklat secara penuh selama dua dengan menginap di hotel De Bintan Villa. Selain mendapatkan ilmu kemimpinan, manajerial, para da’i remaja juga akan diberikan sertifikat. “Yang paling pokok implementasinya nanti sewaktu terjun di tengah-tengah masyarakat dalam mengelola dakwah secara lebih sistematis,” ungkapnya. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO
editor: tunggul