Metropolis

Jangan Ditiru!, Seorang Bapak di Sekupang Tega Cabuli Buah Hatinya

Kasi Humas Iptu Tigor sidabariba bersama Kanit Reskrim Iptu Buhedi Sinaga memperlihatkan barang bukti dan tersangka cabul

batampos.id– Polsek Sekupang menggelar konferensi pers penggungkapan kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dilaksanakan Kasi Humas Iptu Tigor sidabariba bersama Kanit Reskrim Iptu Buhedi Sinaga di Mapolsek Sekupang, Sabtu (2/10).

BACA JUGA: 4 Bulan, 5 Kasus Pencabulan

Kasus ini berawal Kamis (23/9) pagi hari, saat pelapor (Kakak Korban) didatangi oleh korban yang menangis tersedu menceritakan yang terjadi pada dirinya tadi malam.

Korban menceritakan kepada kakaknya bahwa korban telah dipaksa bapak kandungnya untuk berhubungan badan selayaknya berhubungan intim suami istri.

Korban menyatakan kejadian tersebut telah terjadi berulang kali sebanyak enam kali. Kejadian tersebut dilakukan di kamar atas, kamar depan dan kamar belakang, pada waktu tengah malam.

Korban melakukan dengan terpaksa lantaran korban diancam oleh pelaku (bapak kandungnya), apabila menolak menuruti keinginan pelaku ataupun teriak, maka ia akan dipukul oleh bapaknya.

Pada hari Sabtu (25/9), korban ditemani kakaknya pergi meninggalkan rumah. Ia mengaku sudah tidak nyaman lagi di rumah dan takut akan terjadi untuk yang ke tujuh kalinya.

Mengetahui kedua anaknya hilang dari rumah, bapak bejat ini melaporkan Kepolsek Sekupang bahwa kedua anaknya telah kabur meninggalkan rumah.

Kemudian saat kedua anaknya ditemukan, berdasarkan keterangan kedua anak pelaku mereka kabur dari rumah dikarenakan bapak kandungnya telah melakukan pencabulan terhadap korban. Atas kejadian tersebut pelaku diamankan oleh unit reskrim polsek sekupang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolresta Barelang Kombes Yos Guntur, SH, SIK, MH melalui Kapolsek Sekupang Kompol Yudha Suryawardana, SIP, Msi membenarkan adanya pelaku tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur yang mana korban merupakan anak kandung dari pelaku.

Atas Perbuatannya Pelaku di jerat dengan Pasal 81 ayat (3) Jo Pasal 82 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang. Dengan ancaman hukuman paling singkat 5 Tahun dan paling lama 15 Tahun dengan denda paling banyak 5 Miliar.

“Dikarenakan pelakunya orang tua kandung korban maka pidana ditambah sepertiga dari ancaman pidana sebagai mana dimaksud pada Ayat (1),” ungkap Kapolsek Sekupang melalui Kasi Humas Iptu Tigor Sidabariba, SH. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra
reporter: tunggul