Nasional

LaNyalla Ingatkan Pentingnya Pengelolaan Venue Pasca PON XX Papua

Ketua DPD RI bersama Ketua DPR RI saat menghadiri upacara pembukaan PON XX Papua, Sabtu (2/10) malam. (Dok. DPD)

batampos.id – Presiden Joko Widodo berpesan agar venue-venue yang digunakan di Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX Papua tetap dirawat setelah acara tersebut selesai nanti. Hal disampaikan Jokowi usai meninjau dan meresmikan sejumlah arena PON di Istora Papua Bangkit, Jayapura, Sabtu (2/10) kemarin.

Menanggapi pernyataan itu, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menekankan pentingnya manajemen pengelolaan fasilitas secara profesional.

“Kita sepakat dan mendukung apa yang disampaikan Presiden untuk merawat venue-venue tersebut. Aset tersebut merupakan milik kita sehingga harus dijaga dengan baik. Fasilitas-fasilitas ini akan menjadi kebanggaan Papua, kebanggaan kita semua serta menjadi simbol kemajuan sumber daya manusia Papua,” ucap LaNyalla di sela-sela kunjungannya di Papua, Minggu (3/10).

LaNyalla menambahkan, memang sudah seharusnya sejumlah venue tersebut dimanfaatkan dengan baik. Karena fasilitas itu dibangun dengan dana besar dan sudah berstandar internasional.

“Ke depan, venue-venue ini bisa menjadi tempat membina atlet-atlet Papua sehingga dapat
berprestasi baik di kancah nasional dan internasional. Bisa juga digunakan untuk pencarian calon-calon atlet atau bibit unggul daerah,” ucap dia.

Yang pasti, lanjut LaNyalla, pemerintah daerah bersama masyarakat Papua mempunyai pekerjaan besar usai PON. Ia menegaskan, pengelolaan venue harus dimenej dan perlu perencanaan matang.

“Tentunya agar terawat, venue yang ada harus selalu digunakan. Makanya, ke depan harus diadakan event olahraga yang teragenda dengan baik, mulai skala kabupaten, provinsi maupun nasional bahkan internasional,” paparnya.

Selanjutnya, LaNyalla menyarankan pemerintah daerah mengadakan kerja sama dengan universitas, akademisi, pihak swasta dan klub-klub olahraga dalam pemanfaatannya.

“Semakin banyak digunakan di banyak event, tentu saja akan ada pemasukan yang bisa digunakan untuk biaya perawatan yang tentunya tidak murah,” tutupnya.  (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim