Nasional

Kematian Mantan Bupati Picu Perang suku di Yahukimo

Enam Orang Tewas, 41 Luka-luka dan Seribu Warga Mengungsi

Kabidhumas Polda Papua Kombespol A.M. Kamal. (Cendrawasih Pos)

batampos.id —Yahukimo membara. Kerusuhan diawali penyerangan yang dilakukan sekelompok orang dari Suku Kimyal terhadap suku Yali kemarin (2/9). Penyerangan itu merambat menjadi pembakaran rumah dan fasilitas umum. Korban meninggal dunia tercatat enam orang dan 41 orang luka-luka. Diamankan 52 orang yang diduga menjadi pelaku kerusuhan.

Kronologi dari Polda Papua menyebutkan awalnya pada 12.45 di Distrik Dekai, warga suku Yali yang beraktivitas diserang oleh kelompok dari suku Kimyal. Suku Kimyal yang menyerang ini dipimpin seorang kepala suku bernama Marome Keya Busup.

Petugas bergerak cepat menghentikan penyerangan. Yang akhirnya massa dengan dua minibus dipukul mundur. Bahkan, mereka menggunakan dua mini bus pergi. Kabidhumas Polda Papua Kombespol A.M. Kamal menuturkan, setelah meninggalkan tempat penyerangan, ternyata kelompok ini menuju ke perumahan Suku Yali di Komplek Telkomsel. ”Petugas juga menuju ke perumahan itu untuk menghalau,” ujarnya.

Namun, saat petugas menghalau massa itu, sejumlah rumah dibakar dan diketahui ada satu orang yang meninggal dunia bernama Yaset Yahuli. ”Kami langsung mengamankan semua obyek vital, dari gedung pemda hingga DPRD,” terangnya.

Dia menuturkan, dalam upaya menghentikan kerusuhan, diketahui terdapat korban meninggal dunia lainnya sebanyak lima orang. Dengan begitu total ada enam orang yang meninggal dunia. ”Tapi, satu diantaranya diduga merupakan pelaku kerusuhan,” tuturnya.

Untuk identitas lima orang yang meninggal dunia, petugas masih melakukan identifikasi. Belum diketahui dengan pasti identitas para korban meninggal dunia. ”Kami masih dalami namanya,” urainya.

Petugas juga bergerak cepat dengan menangkap pelaku kerusuhan. Setidaknya telah ada 52 orang yang ditangkap karena diduga terlibat dalam kerusuhan tersebut. ”Mereka masih diamankan di Polres Yahukimo,” paparnya kepada Jawa Pos (grup Batam Pos) kemarin.

Kerusuhan itu kemudian menyulut pengungsian di Yahukimo. Setidaknya ada seribu warga Yahukimo yang mengungsi ke kantor Polres Yahukimo. ”Pengungsi dijamin aman,” tuturnya.

Untuk mencegah timbulnya serangan balik atau merembetnya kerusuhan, Polda Papua melakukan patroli untuk membubarkan setiap kerumunan massa di Yahukimo. ”Patroli keamanan dilakukan di pusat kota dan pinggiran kota,” jelasnya.

Apa penyebab dari kerusuhan tersebut? Dia menjelaskan bahwa ada informasi yang menyesatkan terkait kematian dari mantan Bupati Yahukimo Abock Busup. Dari beberapa penyerang yang diinterogasi, mereka menduga bahwa kematian Abock dikarenakan hal yang tidak wajar. ”Entah santet atau apalah itu,” ujarnya.

Para penyerang menuduh bahwa Suku Kali berada dibalik penyebab kematian dari mantan bupati tersebut. Dia mengatakan, saat ini penyelidikan masih terus dilakukan untuk mencegah kerusuhan membesar. ”Kami berupaya keras menjaga keamanan Yahukimo,” tegasnya. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim