Metropolis

SE Gubkepri Belum Turun, PDS Masih Wajibkan Tes Antigen

Wajib Antigen bagi warga yang berangkat dari PDS sekupang masih berlaku Senin (4/10)

batampos.id– Kebijakan penghapusan tes antigen sebagai syarat perjalanan antar pulau dalam provinsi Kepri, belum berlaku di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS).

BACA JUGA: Tes Antigen Masih Berlaku di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Asep: Kita Tunggu Surat Edaran Gubernur yang Terbaru

Pantauan  di PDS, sejumlah penumpang yang akan berangkat khususnya tujuan dalam provinsi masih diwajibkan tes antigen. “Masih pak, kalau mau detail langsung tanya ke dalam saja,” ujar salah sorang petugas antigen di PDS, Senin (4/10).

Anita, salah seorang penumpang kapal yang akan berangkat ke Tanjung Batu mengaku masih diwajibkan memakai tes antigen ini. Padahal katanya, sudah ada informasi dari media mengenai ditiadakan tes antigen. “Masih, itu yang buat kita bingung,” ujarnya.

PLH Kepala Satuan Kerja PDS Dirman membenarkan pemberlakuan tes antigen ini ke sejumlah pulang dalam provinsi Kepri. Menurutnya sampai hari ini belum ada surat edaran mengenai ditiadakan antigen itu.

“Ini saya baru ke ruangan karantina. Saya tanya gimana mengenai prokes, jadi mereka bilang sampai sekarang edaran itu belum turun ke kita dan kita masih memakai surat edaran (SE) yang lama,” kata Dirman.

Ia mengaku, belum bisa melaksanakan pe tak usah kewajiban tes antigen ini sebelum adanya surat resmi dari provinsi. “Artinya kita mendukung apa yang menjadi intruksi pemerintah. Kalau surat itu turun kita pasti akan langsung jalankan,” tambah Dirman.

Sebelumnya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengambil kebijakan menghapus tes antigen sebagai syarat perjalanan antar pulau dalam provinsi. Hal ini menyusul turunnya PPKM dari level tiga ke level dua.

“Hasil asesmen yang dirilis Kementerian Kesehatan RI Kamis, 30 September 2021, kini Kepri sudah berada di PPKM level dua,” kata Ansar, Sabtu, 2 Oktober 2021.

Menurutnya, kebijakan peniadaan tes antigen itu mulai efektif diberlakukan, Senin, 4 Oktober 2021. Meskipun tes antigen sudah ditiadakan, namun masyarakat yang hendak bepergian antarpulau menggunakan transportasi laut wajib sudah divaksin dosis satu dan dua. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra
editor: tunggul