Nasional

SMI Minta Matangkan Rencana KTP Jadi NPWP

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Dok/Pemberitaan Parlemen)

batampos.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berupaya untuk melakukan trasformasi perpajakan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) berharap para pejabat eselon I dan II yang baru dilantik, yaitu Hantriono Joko Susilo sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Komunikasi Ditjen Pajak (DJP) dan Iwan Djuniardi sebagai Staf Ahli Bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak dapat mengemban jabatan barunya secara maksimal.

SMI berpesan kepada Iwan Djuniardi sebagai Staf Ahli Bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak agar dapat memastikan RUU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) yang akan disahkan DPR dapat berjalan dengan baik.

“Apabila telah disahkan oleh DPR, dapat dilaksanakan dengan semaksimal mungkin, bermanfaat bagi Indonesia,” ujarnya secara virtual, Senin (4/10).

Sri Mulyani juga menjelaskan, Iwan bertugas untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa RUU HPP dapat memberikan keberpihakan pemerintah kepada rakyat kecil. Sebab selama ini masyarakat berpersepsi miring terhadap kebijakan tersebut.

Selain itu, Ditjen Pajak juga harus menunjukkan bahwa regulasi tersebut memberi ruang yang sangat besar bagi ekonomi untuk berkembang, terutama bagi usaha kecil dan menengah. Ia berharap, lingkungan Ditjen Pajak dapat menunjukkan bahwa pemerintah membangun sistem perpajakan yang efisien.

“Tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita punya pemihakan kepada masyarakat kecil, tunjukkan bahwa UU ini memberikan ruang yang sangat besar bagi ekonomi untuk berkembang terutama usaha kecil menengah,” ucapnya.

Sementara pesan untuk Hartanto, selain diberi tugas yang sama juga diberi tugas untuk meningkatkan transformasi perpajakan menjadi makin efisien. “Termasuk di dalamnya mengantisipasi penggunaan nomor induk kependudukan sebagai nomor pokok wajib pajak,” imbuhnya.

Sri Mulyani berharap, jangan sampai di masa transisi terjadi gejolak baik dari sisi teknis maupun dari sisi organisasi. “Anda juga bertanggung jawab menciptakan sebuah data dan aplikasi yang reliable, yang merupakan sumber tax ratio kita,” tegasnya. (*)

Sumber : JP Group
Editor : Jamil Qasim