Nasional

Taekwondo dan Biliar Kepri Sumbang Medali

Sudah Koleksi 3 Medali Perunggu, Kepri Menempati Peringkat 29

Ketua umum KONI Kepri didampingi pengurus bersama peraih medali perunggu Samuel Jason Sumarli, di Gedung Diklat Penerbangan, Jayapura, Senin (4/10).(Ryan Agung/Batam Pos)

batampos.id – Kepri kembali menambah pundi-pundi perolehan medali. Kali ini, giliran cabor taekwondo dan biliar memberikan kontribusi untuk menaikkan peringkat di papan klasemen. Berlaga di Gedung Diklat Penerbangan, Jayapura, Senin (4/10), taekwondoin Kepri, Samuel Jason Sumarli, sukses mempersembahkan medali perunggu di nomor kyurogi U-68 kg.

Sementara dari cabor biliar diraih dari nomor 15 ball double. Pasangan Andri/Suprianto berhasil merebut medali perunggu. Kepri kini total mengoleksi tiga medali perunggu. Kepri kini menempati peringkat 29 dengan raihan tiga medali perunggu.

Di cabor taekwondo, Kepri meraih medali perunggu bersama taekwondoin asal Kaltim. Sebelumnya, Jason melaju ke babak semifinal usai mengalahkan taekwondoin Papua dengan skor 23-18. Sayang di babak semifinal Jason kalah oleh taekwondoin Jawa Barat.

Keberhasilan Jason meraih medali perunggu disambut haru oleh Ketua Umum KONI Kepri, Usep RS. Menurutnya, keberhasilan taekwondo meraih prestasi menjadi catatan tersendiri. “Atlet Kepri berjuang sekuat tenaga di babak semifinal melawan Jawa Barat. Taekwondoin Jawa Barat ini adalah atlet nasional yang baru selesai melakoni perisapan Olimpiade dan berlaga di SEA Games,” serunya.

Usep berharap raihan medali ini menjadi motivasi bagi atlet Kepri untuk meraih prestasi serupa. “Terima kasih pada cabor taekwondo yang memberikan kontribusi maksimal di PON XX Papua,” tuturnya.

Usep berjanji akan meningkatkan pembinaan taekwondo di masa mendatang. “Hal ini akan menjadi evaluasi bagi KONI Kepri untuk menetapkan metode pembinaan yang sesuai,” katanya.

Bahkan, di PON XX Papua ini, pihaknya terus melakukan koordinasi dan evaluasi dengan empat klaster penyelenggaraan pertandingan. “Kami melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke untuk mengetahui perkembangan cabor-cabor yang bertanding,” tegas Usep.

Sementara itu, pelatih taekwondo Kepri, Kosasi Sumarli, mengatakan, hasil yang diraih dalam PON XX Papua sesuai dengan yang diharapkan. Faktor kelelahan menjadi salah satu sebab Jason gagal melaju ke final.

“Memang semuanya memiliki masa istirahat yang sama. Tetapi berbeda, Jason memiliki rentang waktu istirahat yang lebih panjang,” ucapnya. “Sementara kondisi fisik Jason terkuras akibat pertandingan pertama melawan Papua.”

Tak lupa Kosasi mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan yang diberikan masyarakat Kepri. “Berkat dukungan dan doa masyarakat Kepri, Jason mampu memberikan prestasi maksimal,” tutupnya.

Terpisah, pelatih biliar Kepri, Ahuat, mengatakan bahwa faktor kelelahan menjadi penyebab kegagalan melaju ke final. Meski demikian, ia mengaku atlet biliar Kepri sudah berjuang maksimal. “Atlet biliar Kepri berlaga dua kali dalam sehari, dengan jeda istirahat yang kurang. Stamina terkuras saat berusaha melaju ke semifinal saat mengalahkan Irsal/M Bewi (Jawa Barat),” terangnya.

Melaju ke babak semifinal yang digelar di GOR Biliar Timika, Senin (4/10), Andri/Suprianto kalah oleh Riki/Roko (Jateng). Kepri kalah dengan skor 1-5. Langkah Andri/Suprianto di PON XX Papua cabor biliar terbilang mengejutkan. Di babak perempat final, Senin (4/10), dengan dramatis Andri/Suprianto mengalahkan pebiliar Jawa Barat Irsal/M Bewi.

Bermain di nomor 15 ball double, Kepri sempat tertinggal 2-4, sebelum akhirnya berhasil membalik kedudukan menjadi 5-4. Sebelumnya di babak penyisihan Andri/Suprianto menundukkan pasangan pebiliar senior Feri/Sahroni (Kalbar). Andri/Suprianto menang juga dengan skor 4-5.

Di babak perempat final, Andri/Suprianto bermain selama tiga jam. Setelah beristirahat, pebiliar Kepri kemudian berlaga di babak semifinal.

CDM Kontingen Kepri Kabupaten Mimika, Syawaludin, mengatakan perjuangan atlet biliar Kepri sangat luar biasa. “Dari posisi tertinggal 2-4 di babak perempat final, mampu membalikkan kedudukan menjadi unggul 5-4, dan melaju ke semifinal,” serunya.

“Padahal yang dilawannya adalah pebiliar senior yang punya nama hebat di tingkat nasional. Terima kasih atas dukungan dan doa masyarakat Kepri,” tutur Syawaludin.

 Cabor Menembak Optimistis Mampu Bersaing

Hari ini, Selasa (5/10), cabor menembak memulai pertandingan. Atlet menembak Kepri, Nadia Eryaningrum, akan berlaga di nomor 10 M air rifle women.

Terkait persiapan, pelatih menembak Kepri, Alex Candra, mengatakan bahwa atlet menembak Kepri telah menjalani training camp (TC) lebih dari satu tahun. “Kami akan berusaha yang terbaik untuk mengharumkan nama baik Kepri,” tuturnya.

Menurut Alex, semua provinsi memiliki peluang sama meraih medali. “Soal pesaing, semua punya persentase kemenangan sama,” tegasnya.

Kemarin (4/10) atlet menembak Kepri menjalani latihan resmi di venue menembak Stadion Lukas Enembe. Dalam latihan itu, Nadia terlihat fokus dalam membidik sasarannya.

Selain kembali mengasah insting, Alex menjelaskan jika latihan itu menjadi acuan saat bertanding hari ini. “Dalam latihan hari ini (kemarin), Nadia sudah mulai menemukan kembali feeling-nya. Sebelumnya juga sepat berlatih hingga menghabiskan 60 butir. Hingga latihan hari ini perkembangannya menunjukkan hasil positif,” papar Alex.

Ia menuturkan, PON XX Papua 2021 nuansa pertandingan sangat berbeda. Bahkan atlet menembak nasional juga tidak berani menjanjikan target medali.

Meski demikian, Alex optimistis Nadia mampu berkiprah di nomor 10 M air rifle women. “Kualitas dan kemampuan yang dimiliki Nadia mampu bersaing dengan atlet menembak nasional,” tuturnya. “Mohon doa dan dukungan masyarakat Kepri agar cabor menembak bisa mempersembahkan medali,” sambungnya. (*)

Reporter: RYAN AGUNG
Editor:ALFIAN LUMBAN GAOL