Bintan-Pinang

Tertipu Saat Beli Rumah, Pegawai BUMD Lapor ke Polisi

batampos.id- Sejumlah pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang membuat pengaduan ke pihak kepolisian, Senin (4/10) lalu. Pegawai perusahaan pelat merah tersebut, merasa tertipu saat membeli rumah di salah satu perumahan di Tanjungpinang.

BACA JUGA: Niat Kerja di Batam, Edi Susanto Malah Ditipu, Butuh Tiket Pulang ke- Solo

Salah seorang karyawan PT TMB, Mulyadi mengatakan dia bersama rekannya menilai ada kejanggalan dalam kesepakatan pembelian rumah. Awalnya, enam pegawai
menggadaikan Surat Keputusan (SK) pegawai BUMD ke salah satu Bank di Tanjungpinang untuk membeli rumah. Rumah tersebut dibeli lunas seharga Rp 146 juta.

“Setelah dicek ke developer, rumah yang kami beli tersebut senilai Rp 126 juta, bukan Rp 146 juta. Kemana yang Rp 20 juta itu,” ungkapnya, Selasa (5/10).

Selanjutnya, uang hasil gadai SK sebesar Rp 126 juta dikirim oleh pihak bank ke rekening developer perumahan. Sedangkan uang Rp 20 juta ditarik tunai oleh pihak bank tanpa sepengetahuan nasabah. Bahkan, lanjut Mulyadi, pihak bank meminta pegawai menandatangani tiga buah struk kosong sebagai bukti pembayaran. “Rumahnya memang sudah kami terima,” terangnya.

Mulyadi menjelaskan pihak BUMD memiliki kerjasama dengan salah satu bank agar pegawai dapat menggadaikan SK hanya untuk melakukan kredit barang. Namun, saat dirinya menggadaikan SK, bank tersebut yang menentukan rumah yang akan dibeli. “Yang saya tau kerjasama bank dan BUMD ini hanya sebatas pengkreditan saja,” jelasnya. (*)

Reporter: Yusnadi
editor: tunggul