Politika

Airlangga Terseret Pandora Papers, Sekjen Golkar: Tak Bagus Buat Kita

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan, terseretnya nama Airlangga Hartarto masih hanya sebatas rumor. Sehingga pihaknya masih mencoba menelusuri sumber tersebut. (dok JawaPos.com)

batampos.id – Nama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto muncul dalam dokumen Pandora Parpers dan menjadi pembicaraan di publik. Hal ini pun langsung ditanggapi oleh elite Partai Golkar.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan, terseretnya nama Airlangga Hartarto masih hanya sebatas rumor. Sehingga pihaknya masih mencoba menelusuri sumber tersebut.

“Ya kita akan mempelajari terus ya, karena itu sempat jadi rumor juga, enggak bagus buat kita. Sedang kita konsentrasi ke PON, (HUT) TNI, terus ada isu-isu seperti itu. Mudah-mudahan ada kejelasan ya,” ujar Lodewijk kepada wartawan, Rabu (6/10).

Wakil Ketua DPR ini menturkan bahwa sumber yang menyeret nama Airlangga ke dalam laporan Pandora Papers juga belum jelas. Sehingga dia lebih memilih berkonsetrasi dengan yang lain.

“Belum tahu, saya belum tahu. Tapi kita, kalau kita baca di media sosial katanya, sumbernya juga belum jelas. Tapi memang ada satu media cetak secara nasional sudah menyampaikan hal itu,” katanya.

Adapun Pandora Papers diungkap oleh Konsorsium Jurnalis Investigatif Internasional (ICIJ). Dokumen Pandora Papers berisi data terkait kekayaan rahasia para elite kaya di lebih dari 200 negara dan wilayah di dunia.

Para elite yang terdiri atas orang terkaya di dunia hingga pejabat publik dan politisi ini memanfaatkan negara-negara yang menjadi surga pajak atau tax haven dan menggunakan perusahaan offshore untuk membeli properti dan menyembunyikan aset kekayaan mereka.

Hal itu digunakan untuk menghindari kewajiban membayar pajak hingga hal lain yang mungkin lebih buruk. Untuk di Indonesia, ada nama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.  (*)

Sumber: JP Group
Editor : Jamil