Karimun

Akhirnya Warga Nikmati Pembangunan PISEW

tambatan perahu nelayan yng sudah digunakan di Kecamatan Kundur Barat

batampos.id- Pemerintah Kabupaten Karimun, saat ini sudah selesai pengerjaan pembangunan infrastruktur dari bantuan Pemerintah Pusat melalui program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) dari Balai Prasarana Permikiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepri. Nilai anggarannya mencapai Rp 4,2 miliar untuk tujuh kecamatan.

BACA JUGA: Durai Selesai Pengerjaan Semenisasi Jalan dari Program PISEW 2021

Untuk tahap pertama yaitu kecamatan Kundur di desa Sungai Sebesi dan Sungai Ungar, kecamatan Kundur Barat di Desa Sawang Laut dan desa Kundur. Selanjutnya, kecamatan Buru untuk desa Tanjung Hutan dan desa Tanjung Batu Kecil dan kecamatan Durai desa Telaga Tujuh dan desa Tanjung Kilang. Sedangkan tahap kedua, kecamatan Belat di desa Penarah dan desa Sebele, kecamatan Karimun desa Parit dan desa Selat Mendaun, serta kecamatan Moro desa Rawajaya dan desa Nyiur Permai.

” Alhamdulillah, semua sudah selesai dikerjakan 100 persen. Sekarang, masyarakat telah menikmati pembangunan PISEW tersebut di masing-masing daerah sesuai permintaan masyarakat itu sendiri,” terang Kepala Bidang Perumahan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan, Kawasan, Permukiman Karimun Rita Agustina, Rabu (6/10).

Masing-masing daerah menggusulkan berbeda-beda untuk pembangunan infrastruktur. Seperti wilayah kecamatan Durai di desa Telaga Tujuh dan desa Tanjung Kilang sendiri telah memutuskan untuk membangunan fasilitas umum yaitu jalan semenisasi. Kemudian, kecamatan Kundur desa Sungai Sebesi dan desa Sungai Ungar membangun semensasi jalan.

Kecamatan Moro di desa Rawajaya dan desa Nyiur Permai membangun jembatan, Kecamatan Kundur Barat desa Sawang Laut dan desa Kundur membangun tambatan perahu nelayan. Kecamatan Buru desa Tanjung Batu Kecil dan desa Tanjung Hutan membangun pasar, Kecamatan Belat di desa Penarah dan desa Sebele membangun semenisasi jalan dan Kecamatan Karimun desa Parit dan desa Selat Mendaun membangun sarana air minum.

” Seperti tambatan perahu dengan panjang 92 meter dan bangunan tempat singgah nelayan 9×6 meter yang berada di RT 013 RW 06 Dusun III Desa Kundur Kecamatan Kundur Barat yang sudah selesai. Langsung bisa dipergunakan oleh para nelayan,” ungkapnya.

Sementara itu Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) Kundur Barat M Nur Alamsyah mengungkapkan, sesuai usulan masyarakat di sini bahwa sangat penting keberadaan tambatan perahu dan bangunan tempat singgah. Mengingat, mayoritas masyarakat sebagai nelayan yang memang dibutuhkan tambatan perahu untuk mengangkut logistik maupun hasil tangkapan.

” Sudah lama masyarakat mengusulkan tambatan perahu ini, sekarang sudah terealisasi dan dapat mempersingkat waktu dan akses nelayan. Sehingga, para nelayan bisa beraktivitas lain,” ucapnya.(*)

Reporter : TRI HARYONO
Editor : tunggul