Bintan-Pinang

Overbagasi, Calon Penumpang Kapal Pelni Sempat Ribut dengan Petugas di Pelabuhan Sribayintan, Kijang

Petugas berjaga di luar pelabuhan Sribayintan, Kijang, Bintan saat kapal Pelni, KM Umsini kembali masuk ke wilayah Bintan, Rabu (6/10). F.Edy

batampos.id– Sejumlah calon penumpang kapal Pelni, KM Umsini sempat ribut dengan petugas di Pelabuhan Sribayintan, Kijang, Bintan, Rabu (6/10) pagi.

BACA JUGA: Kemitraan jadi Solusi untuk Kembangkan Usaha

Pemicunya karena ada calon penumpang kapal yang membawa barang bawaan melebihi dari bagasi yang ditentukan atau overbagasi.

Seperti diketahui, Rabu (6/10), kapal Pelni kembali melayani perlayaran ke wilayah Bintan, tepatnya di Pelabuhan Sribayintan, Kijang setelah sempat dihentikan sementara dalam upaya pencegahan covid-19.

Kepala Operasi PT. Pelni Cabang Tanjungpinang, Suharto menegaskan, tidak ada keributan. “Teriak-teriak di lapangan biasa,” kata Suharto.

Menurutnya, ada sejumlah calon penumpang yang membawa barang bawaan berlebihan atau overbagasi dari batas bagasi barang bawaan yang ditentukan yakni 40 kilogram.

“Misalkan barang bawaan sampai berkisar 50 kilogram, calon penumpang hanya bayar kelebihan dari 40 kilo yakni 10 kilo saja. Tarifnya sesuai struk timbangan digital,” jelasnya.

Menurutnya, timbangan digital yang ada di pelabuhan justru memudahkan penumpang. Karena, berat barang bawaan akan langsung kelihatan.

“Keluar struknya, berat beban sekian kilo, biaya yang harus dibayar sekian. Jadi, Pelni berusaha transparan kepada penumpang,” kata Suharto.

Diterapkannya timbangan digital, menurut Suharto, untuk memanusiawikan penumpang, sehingga penumpang yang naik di atas kapal merasa nyaman selama berlayar dengan kapal Pelni.

“Kalau tidak kita batasi barang bawaannya, bisa dibayangkan tempat tidur yang biasa digunakan untuk penumpang ternyata untuk barang bawaan. Jadi kenyamanan penumpang tidak ada,” katanya.

Disinggung terkait protokol kesehatan di lapangan, Suharto mengatakan, pihaknya telah menyosialisasikan hal ini.

“Sengaja calon penumpamg agak lambat masuk le ruang tunggu, karena di luar udara lebih bebas. Kalau ruang tunggu tertutup. Lalu, kita batasi juga sedikit demi sedikit penumpang lain ke kapal,” katanya.

Sejauh ini, menurutnya, penumpang telah menjalankan prokes dengan baik, seperti memakai masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun. “Tadi kita juga dibackup teman-teman dari aparat kepolisian,” katanya.

Terkait penerapan prokes, dia mengatakan, akan melaksanakan rapat evaluasi bersama sejumlah instansi. “Ya agar ke depan lebih tertib dan penerapan prokes lebih baik lagi,” tukasnya. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO
editor: tunggul