Internasional

Polisi Inggris Ungkap Kondisi Predator Seksual Asal Indonesia, Reynhard Sinaga Saat Ditangkap Pertama Kali

Predator seksual Reynhard Sinaga saat ditangkap pertama sekali oleh polisi Manchester, Inggris, 2017 lalu. ( F BBC)

batampos.id – Kasus asusila Reynhard Sinaga,37, mahasiswa asal Indonesia, pada 2017 lalu kembali muncul ke permukaan. Daniel, salah satu korbannya muncul membuat pengakuan ke publik dan Kepolisian Manchester, Inggris merilis kondisinya saat ditangkap pertama kali.

Kondisinya sangat menyedihkan. Luka dan lebam di wajah dan seitar mata. Bahkan matanya sampai diperban. Ternyata, korban terakhir Reynhard yang menyiksanya setelah dirinya sadar sudah diperkosa.

Satu korban Reynhard buka suara lagi. “Saya awalnya tak tahu kalau saya juga turut menjadi korban Sinaga. Hingga polisi memberitahu, dan saya melihat videonya. Saya telah diperkosa predator itu,” ungkap Daniel seperti dilansir dari BBC, Rabu (6/10/2021).

Daniel, salah satu korban Reynhard Sinaga akhirnya buka suara. Dia diperkosa pada 2015 lalu. ( F BBC)

Daniel menjadi korban Sinaga pada 2015 lalu. Hal itu terlihat dari jam rekaman video di ponsel milik Reynhard.

Sebelumnya, surat kabar harian lokal di Inggris, Manchester Evening News menulis kembali awal terungkapnya kasus asusila yang menggegerkan Inggris dan Indonesia ini. Kejahatan Reynhard terungkap Juni 2017, di pagi hari.

Kala itu, seorang pria remaja menghubungi 999 dan melaporkan bahwa ia menjadi korban pemerkosaan, dan baru saja menghajar korbannya hingga babak belur. Dia pun menyerahkan alamat apartemen Reynhard, tempat kejadian perkara.

Polisi Manchester kemudian mendatangi apartemen dan menemukan seorang pria tergeletak di kamar mandi dalam kondisi tak sadar dan berlumuran darah. pria itu Reynhard Sinaga, yang langsung dilarikan ke rumah sakit.

Setelah sadar keesokan harinya, Reynhard kepada suster menanyakan kondisinya. “Apa yang terjadi? Apa saya diperkosa?” tanyanya.

Setelah Empat tahun lebih kasus itu terjadi, polisi merilis fotonya.

Selain itu, pilisi juga mengungkapkan, Reynhard menyimpan semua bukti perbuatan bejatnya terhadap para korbannya lewat foto dan video yang ia simpan di ponsel miliknya.

Polisi yang melakukan penyelidikan di kamar Reynhard menemukan iPhone 6 hitam di bawah tempat tidur. Di sinilah, polisi menemukan gambar dan video korban-korban Reynhard.

Polisi kemudian memeriksa apartemen Reynhard dan menemukan puluhan telepon, SIM, kartu pelajar, jam tangan dan dompet milik korban. Pelaku juga mengumpulkan foto-foto korban setelah dianiaya.

Modus Reynhard biasanya menjerat korban yang sedang teler, diajak ke apartemennya untuk dibantu pulang. Namun di kamar, ia mencekoki korban dengan minuman keras campur obat bius. Lalu ia melakukan aksinya ketika korban dalam keadaan tak sadar.

Aksinya terhenti, saat korban terakhirnya, seorang remaja yang juga berprofesi sebagai atlet sadar, lalu menghajarnya.

Pengadilan Inggris di Manchester telah memvonis Reynhard, hukuman 40 tahun penjara pada 2020 lalu. Dia dinyataan bersalah atas 136 kasus pemerkosaan dengan rangkaian serangan seksual terhadap 48 pria.

Baru-baru ini, polisi mengungkapkan, korban Reynhard tidak hanya 48 orang saja. Diperkirakan lebih dari 206 orang, dan 60 di antaranya belum berhasi diidentifikasi karena mereka diperlakukan saat dalam kondisi tak sadar. (*)

Reporter: Chahaya Simanjuntak
Editor: Tunggul Manurung