Bintan-Pinang

Targetkan Dua Pangkalan Jadi Percontohan Kartu Kendali Gas Setiap Kelurahan

Implementasi kartu kendali elpiji 3 Kg untuk sasaran rumah tangga di Tanjungpinang belum lama ini. F. Dewi

batampos.id-Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) kembali akan membagikan kartu kendali gas elpiji kemasan 3 Kg untuk enam pangkalan di Tanjungpinang. Kepala Disdagin Kota Tanjungpinang melalui Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dewi Sinaga menjelaskan saat ini pihaknya sudah mempersiapkan kartu kendali itu untuk dibagikan pada dua kelurahan, sekarang hanya menunggu waktu wali kota Tanjungpinang untuk ikut menyerahkan secara simbolis.

BACA JUGA: Surat Izin Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg Jumari Mati Sejak 2015

“Enam pangkalan itu berada di Kelurahan Pinang Kencana dan Kampung Bulang,” kata Dewi, Rabu (6/10). Dijelaskan Dewi, saat ini sudah jumlah kartu yang sudah dibagikan mencapai 5.002 kartu. Ada kartu yang sudah dibagikan namun tidak ada penyerahan secara simbolisnya, kartu yang selesai dicetak diantarkan langsung ke pangkalan. “Target kita setiap kelurahan itu ada pangkalan yang sudah menerapkan sebagai percontohan pangkalan lainnya,” sebut Dewi.

Sebelumnya dijelaskan Dewi, saat ini penggunaan kartu kendali gas di tengah masyarakat sudah berjalan baik, informasi dari pihak pangkalan memang ada warga yang tidak membawa kartu saat membeli gas tapi karena sudah saling kenal sehingga hal itu tidak menjadi masalah.

“Tidak masalah karena orang pangkalan lihat logbook juga. Mereka tahu karena sering beli,” ujarnya. Hingga saat ini, lanjut Dewi karena penggunaan kartu mulai tertib masalah kelangkaan sudah tidak pernah terdengar ataupun laporan dari masyarakat yang diterimanya.

Saat ini masih sering ditemukan adalah masih ada pengecer yang menjual gas, dalam beberapa kali temuan yang bersangkutan tidak menjual dengan harga yang tinggi.

“Temuan pengecer mereka jual Rp 19-20 ribu saja. Kami temukan di Kelurahan Pinang Kencana,” sebut Dewi. Tidak ada kendala berat dalam implementasi kartu pembelian gas subsidi itu, yang membuat sedikit lama hanya pemetaan, harus survei ke pangkalan kemudian disesuaikan dengan RT dan RW terdekat. (*)

Reporter : Peri Irawan
editor: tunggul