Bintan-Pinang

Musyawarah LAM Kecamatan Teluk Bintan, Musaffa Abbas Pesan Pilih Ketua yang Paham Adat dan Istiadat Melayu

Ketua LAM Bintan, Musaffa Abbas membuka musyawarah LAM tingkat kecamatan Teluk Bintan di balai pertemuan kecamatan, Tembeling, Bintan, Kamis (7/10) sekira pukul 09.30 WIB. F.Slamet Nofasusanto

batampos.id– Musyawarah Lembaga Adat Melayu (LAM) Kecamatan Teluk Bintan digelar di balai pertemuan kecamatan, Tembeling, Bintan, Kamis (7/10) sekira pukul 09.30 WIB. Hadir dalam kesempatan ini, Ketua LAM Bintan, Musaffa Abbas, Pemangku Adat Negeri Bentan, Datok Huzrin Hood, Camat Teluk Bintan, Raja Lukman, dan Kapolsek Teluk Bintan, Iptu Rugianto.

BACA JUGA: HMR: Saya Butuh Ulama Membangun Batam

Ketua Panitia Rapat Pemilihan Pengurus LAM Kecamatan Teluk Bintan, Datok Arman mengatakan, musyawarah kecamatan digelar untuk memilih ketua dan pengurus LAM Kecamatan Teluk Bintan dengan masa khidmat tahun 2021 sampai dengan 2026.

Dia berharap kepada ketua dan pengurus LAM Kecamatan Teluk Bintan yang terpilih kelak dapat memberikan pelayanan adat dan istiadat Melayu bagi masyarakat yang membutuhkan.

Camat Teluk Bintan, Raja Lukman mengharapkan, ketua dan pengurus LAM Kecamatan Teluk Bintan yang terpilih dapat menjalankan tugasnya dengan baik. “Siapapun pengurus yang dipilih, kami harapkan dapat menjalankan tugasnya dengan baik sampai habis waktunya,” harapnya.

Ketua LAM Bintan, Musaffa Abbas mengatakan, sudah ada lima kecamatan yang melaksanakan musyawarah kecamatan untuk memilih ketua dan pengurus tingkat kecamatan.

“Sudah lima kecamatan yang melaksanakan musyawarah kecamatan, kecamatan lain sedang mempesiapkan diri untuk melaksanakan musyawarah kecamatan,” katanya.

Dalam pemilihan Ketua dan pengurus LAM Kecamatan Teluk Bintan, Musaffa menyarankan agar pemilihan dilaksanakan dengan musyawarah dan mufakat. “Kalau boleh saran pemilihan ketua dan pengurus kecamatan dilaksanakan dengan musyawarah dan mufakat secara aklamasi tapi kalau mau vooting, silakan. Kalau pemilihan dengan musyawarah dan mufakat, itu sudah menjadi gaya Islam dan Melayu,” katanya.

Dia juga berharap, ketua terpilih bisa memberikan nilai kekhasan masing-masing kecamatan dan yang dapat memahami adat dan istiadat. “Kalau ketua miskin adat istiadat, ini susah menjadi rujukan,” menurutnya.

Karena itu, dia berharap untuk memilih ketua yang memiliki kredibilitas dan memahami adat istiadat. Pemangku Adat Negeri Bentan, Datok Huzrin Hood mengharapkan, ketua yang terpilih memahami adat istiadat sehingga adat istiadat Melayu terjaga. Dia juga berharap pemerintah memanfaatkan lahan-lahan sehingga bisa digarap masyarakat menjadi lahan perikanan, pertanian dan lainnya. (*)

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO
editor: tunggul