Nasional

Sabu 107 Kilogram Direbus

Buru Pemilik Sabu hingga Makassar

Pemusnahan barang bukti 107,444 kilogram narkotika jenis sabu oleh Satuan Narkoba Polresta Barelang bersama instansi terkait di Mapolresta Barelang, Rabu (6/10) pagi. (Humas Polresta untuk Batam Pos)

batampos.id – Satuan Narkoba Polresta Barelang bersama instansi terkait melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu di Mapolresta Barelang, Rabu (6/10) pagi. Barang haram seberat 107,444 kilogram (kg) tersebut dimusnahkan dengan cara direbus.

Kasat Reserse Narkoba Polresta Barelang, Kompol Lulik Febyantara, mengatakan, seluruh narkoba jenis sabu yang dimusnahkan tersebut merupakan barang bukti dari dua kasus yang berbeda. Total barang bukti yang diamankan, yakni 108,293 kilogram.

”Dari barang bukti yang kami amankan, kami sisihkan untuk pengujian di labfor dan barang bukti untuk di persidangan,” jelas Lulik.

Kasus pertama yakni pengungkapan bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kepri di Perairan Pulau Putri, Nongsa. Dalam kasus ini, polisi mengamankan 107,258 kilogram sabu yang dikemas ke dalam bungkusan teh cina. ”Untuk penyelundupan ini kami amankan lima orang tersangka,” sebutnya.

Lima orang tersangka yang diamankan yakni; RA, 26, asal Jakarta; AJA, 23, dari Jombang, Jawa Timur; EAH, 25, asal Pitung Sulawesi Utara; ROS, 26, asal Batam; dan H, 33, asal Jawa Barat. ”Sampai saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap pemilik barang (sabu) tersebut,” kata Lulik.

Lulik menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap ZB, pemilik narkotika jenis sabu seberat 107,258 yang diamankan di Perairan Pulau Putri, Nongsa, itu. Pengejaran dilakukan hingga ke Makassar, Sulawesi Selatan. ”Kami dapat petunjuk dari kapal yang digunakan para tersangka. Kapal itu diproduksi di Makassar,” ujar Lulik.

Ia menjelaskan bahwa kapal mewah jenis SB Edward Blackbeard GT 18 Nomor 2255 LLa dipesan ZB pada tahun 2019 lalu. Kemudian, ZB melakukan transaksi melalui transfer dan mengirim dokumen melalui orang suruhan.

”Yang membuat kapal ini juga tidak mengenal dia (ZB, red). Mereka hanya komunikasi melalui ponsel. Dari dokumen yang dikirim, kami cek. Ternyata dokumen itu dibuat khusus untuk memesan kapal,” kata Lulik.

ZB diketahui merupakan pemilik barang haram tersebut. Ia menugaskan lima orang yang ditangkap polisi untuk membawa sabu dari Perairan Malaysia ke Kalimantan. Para tersangka juga mengaku tak mengenal ZB, dan hanya berkomunikasi melalui ponsel. ”Segala kebutuhan dan biaya tersangka ini ditransfer,” ungkap Lulik.

Kapal SB Edward Blackbeard GT 18 Nomor 2255 LLa dibawa dari Makassar ke Batam pada Januari lalu. Kapal mewah tersebut kemudian diparkir di Nongsa Point Marina (NPM). ”Jadi, tidak ada yang mencurigai, karena itu kapal mewah. Sekarang kapalnya masih kami tahan di Polair,” kata Lulik.

Adapun kasus kedua, yakni penangkapan terhadap HL di pintu keluar kawasan Harbour Bay, Minggu (19/9) malam. Dari tangan pria 42 tahun ini polisi mengamankan 1,035 kilogram narkotika jenis sabu. ”Tersangka ini merupakan kurir yang diupah untuk mengambil paket tersebut,” terangnya.

Lulik mengaku masih melakukan pengembangan terhadap HL. Tersangka mengaku ditugaskan untuk menjemput barang haram tersebut dengan upah uang belasan juta rupiah. ”Untuk pemiliknya masih kita lakukan penyelidikan,” tutupnya.

Dengan pengungkapan ini, polisi beramsusi mampu menyelamatkan 324,879 orang sampai 433,172 jiwa dari peredaran sabu. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI
Editor: MOHAMMAD TAHANG