Covid-19

Masih Ditemukan Penderita Covid-19 yang Jalan-Jalan

Kemenkes Lakukan Uji Coba Pengetatan PeduliLindungi di Empat Kota

Petugas melakukan pendataan kepada pedagang dan masyarakat yang akan melaksanakan vaksinasi covid-19 di Pasar Mega Legenda Batamkota , Rabu (6/10). Vaksinasi covid-19 tersebut di gelar oleh puskesmas Baloi Permai bersama Dinperindag Kota Batam. (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Kasus Covid-19 di tanah air sudah melandai. Yang mengkhawatirkan adalah masih ada orang-orang daftar hitam PeduliLindungi atau terkonfirmasi positif Covid-19 jalan-jalan tempat publik. Kementerian Kesehatan berencana untuk lebih ketat dengan memberikan notif kepada pemilik gedung jika ada yang positif.

Dari data PeduliLindungi pada 5 Oktober tercatat ada 9.855 orang dalam daftar hitam berada di enam aktivitas. Aktivitas yang dimaksud adalah sektor perdagangan, transportasi, pariwisata, perkantoran, keagamaan, dan pendidikan. Yang paling banyak adalah di sektor perdagangan terutama pada mal, yakni 6380 orang.

Menanggapi hal itu, Chief Digital Transformate Office Kementerian Kesehatan Setiaji menyatakan bahwa kedepan akan dilakukan pengetatan. Kemenkes kini masih melakukan uji coba di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang untuk memberikan notif kepada pemilik gedung jika ditemui orang yang positif Covid-19 berkeliaran. Tak hanya pemilik gedung namun juga puskesmas dan satgas Covid-19 setempat.

“Di mal nanti disiapkan ruang,” katanya. Jika mereka sudah terlanjur masuk ke ruang publik maka akan langsung dikarantina.

Status hitam ini didapati dari aplikasi PeduliLindungi. Ketika memasuki ruang publik maka setiap masyarakat diwajibkan untuk melakukan scan barcode untuk check in. Di sini mereka akan ketahuan status kesehatannya.

Untuk itu dia menyarankan masyarakat agar melihat status kesehatannya di PeduliLindungi sebelum berangkat ke tempat publik seperti mal. “Ada upaya kesadaran untuk cek,” ujarnya.

Yang berbeda adalah skema pengecekan di lingkungan sekolah. Kemenkes sudah bekerjasama dengan Kemendikbud Ristek untuk membuat skema aplikasi PeduliLindungi di sekolah. ”Biasanya di sekolah itu siswa tida diperkenankan membawa ponsel. Kami prosesnya dibalik, kami yang memberikan system backend kami,” ungkapnya. Dengan sistem ini diharapkan tetap memberikan informasi kondisi kesehatan warga sekolah.

Aplikasi PeduliLindungi memang digunakan sebagai upaya skrining. Kementerian Kesehatan pun mengajak aplikasi digital untuk terintegrasi dengan PeduliLindungi. Contohnya Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan BNI Mobile. Dengan integrasi ini, masyarakat dipermudah. Mereka bisa tidak mengunduh PeduliLindungi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kementeriannya saat ini tengah mempersiapkan transformasi digital di bidang kesehatan. Hal ini sebagai strategi jangka panjang untuk menanggulangi Covid-19. Strategi transformasi digital tersebut berfokus pada ekosistem kesehatan, efisiensi layanan, dan integrasi data untuk kebijakan berbasis data.

Dia mengatakan mengatakan dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan pengguna internet dan pemilik smartphone di Indonesia semakin meningkat. Sehingga ini menjadi peluang. ”Bagi kami, hal tersebut merupakan peluang untuk memanfaatkan teknologi informasi bagi kesehatan masyarakat di masa mendatang,” ujarnya. (*)

Reporter: JP GROUP
Editor: GALIH ADI SAPUTRO