Nasional

Tegaskan Hanya untuk Pertahanan Negara

Hanya Presiden yang Boleh Mobilisasi Komcad

PRESIDEN Joko Widodo memimpin Upacara Penetapan Komponen Cadangan 2021 di Pusdiklatpassus, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. (F. LAILY RACHEV/SETPRES)

batampos.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengukuhkan 3.103 personel komponen cadangan atau komcad kemarin (7/10). Disaksikan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Jokowi memimpin upacara penetapan komcad di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus), Jawa Barat.

Merujuk Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dan UU Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara, beberapa bulan belakangan Kementerian Pertahanan (Kemhan) memulai pendaftaran, seleksi, dan latihan komcad sebagai bagian dari alat pertahanan negara. Seleksi dan pelatihan dilakukan lewat mekanisme ketat.

Personel komcad yang berasal dari masyarakat sipil digembleng berulang kali sebelum dikukuhkan oleh presiden kemarin. Dalam kesempatan itu, Jokowi menekankan bahwa komcad tidak boleh digunakan untuk urusan lain di luar pertahanan negara. ”Perlu saya tegaskan, komponen cadangan tidak boleh digunakan untuk lain kecuali kepentingan pertahanan dan kepentingan negara,” kata Jokowi dalam sambutannya.

Kepala Negara optimistis, penetapan komcad akan semakin memperkokoh Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Komcad ditempatkan di belakang komponen utama dan komponen pendukung. Mereka hanya bertugas ketika diperintah oleh presiden atau mengikuti latihan. ”Masa aktif komponen cadangan hanyalah pada saat mengikuti pelatihan dan pada saat mobilisasi,” ungkapnya.

Komcad dikerahkan bila negara dalam keadaan darurat militer atau keadaan perang. Presiden yang akan memobilisasi dengan persetujuan DPR. Sementara komando dan kendalinya berada di Panglima TNI. Bila tidak bertugas, komcad melaksanakan aktivitas harian sesuai dengan latar belakang dan profesi masing-masing. Kepada masyarakat yang sudah sukarela bergabung dalam komcad, presiden memberikan apresiasi. Sebab mereka telah mengikuti proses seleksi dan pelatihan dasar kemiliteran yang panjang.

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga menyampaikan bahwa upaya memperkuat pertahanan negara tidak hanya melalui pembentukan komcad. Pemerintah terus melakukan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) secara menyeluruh di semua matra. Baik darat, laut, dan udara. ”Pembangunan (kapal) fregat buatan Indonesia, termasuk peluru kendali untuk pertahanan udara, dan pertahanan laut, serta dalam pembangunan kapal selam Indonesia,” ujarnya.

Untuk itu, Jokowi meminta TNI untuk selalu siaga. Terutama terkait dengan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah Indonesia. ”Sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta yang melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan seluruh sumber daya nasional lainnya. Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara dan usaha pertahanan negara,” ungkapnya.

Sementara itu, Menhan Prabowo menjelaskan bahwa komponen cadangan yang dikukuhkan oleh Presiden Jokowi kemarin berasal dari berbagai daerah. Mereka ikut seleksi di beberapa kodam. ”Saat ini Komcad terdiri dari Rindam Jaya 500 orang, Rindam III/Siliwangi 500 orang, Rindam IV/Diponegoro 500 orang, dan Rindam V/Brawijaya 500 orang,” jelasnya. Selain itu, Prabowo menyebut, ada 499 orang dari Rindam XII/Tanjungpura dan 604 orang dari Universitas Pertahanan.

Menurut Prabowo, sishankamrata melibatkan seluruh sumber daya nasional yang dimiliki oleh negara. Termasuk masyarakat yang secara sukarela bergabung dalam komcad. ”Dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, dan berkelanjutan untuk menegakkan kedaulatan negara,” tegas dia. Kemhan memastikan tidak ada paksaan atau kewajiban untuk bergabung dengan komcad. Setiap masyarakat boleh mengajukan diri masuk komcad. Tentu sesuai aturan dan syarat yang berlaku.

Khusus komcad yang dikukuhkan kemarin, mereka sudah mendaftar sejak Mei 2021. Kemudian mereka ikut seleksi pada Juni lalu. Dan menjalani pelatihan mulai 21 Juni sampai 18 September. Pengukuhan komcad kemarin juga disaksikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Muhammad Ali, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (*)

Reporter: JP GROUP
Editor: GALIH ADI SAPUTRO