Nasional

Yusril Kirim Surat ke Puan soal Pemilihan Anggota BPK yang Cacat Hukum

Yusril Ihza Mahendra (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

batampos.id – Pengacara Yusril Ihza Mahendra melayangkan surat kepada Ketua DPR Puan Maharani yang berisi keberatan atas permilihan calon anggota BPK yang dinilainya cacat hukum.

Yusril mengaku keberatan atas terpilihnya Nyoman Adhi Suryadnyana. Pasalnya Nyoman Adhi birokrat PNS aktif pada Ditjen Bea Cukai, Kementerian Keuangan. Pada 3 Oktober 2017 sampai dengan 20 Desember 2019, Nyoman menjabat sebagai Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Manado, Sulawesi Utara.

Padahal berdasarkan Pasal 13 huruf j Undang-Undang BPK orang yang dibolehkan maju menjadi calon anggota BPK jika telah meninggalkan jabatannya selama dua tahun.

“Seyogianya DPR membatalkan hasil pemilihan itu,” ujar Yusril dalam keterangannya, Kamis (7/10).

Yusril mengingatkan Ketua DPR Puan Maharani agar melakukan koreksi atas pemilihan anggota BPK yang cacat hukum itu. Kata dia, jika hasil pemilihan itu diteruskan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan diterbitkan Keppres peresmian Nyoman Adhi Suryadnyana sebagai anggota BPK defenitif. Maka kemungkinan besar Presiden akan kalah menghadapi gugatan di PTUN.

“Karena Keputusan Presiden itu nyata-nyata bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan asas-asas umum pemerintahan yang baik,” katanya.

Karena itu, Yusril berharap Puan Maharani bisa menjawab surat yang telah ia berikan tersebut dalam 10 hari. Jika tetap ‘cuek’ Yusril akan melakukan gugatan terpilihnya Nyoman tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. “Jika tidak dijawab, maka akan melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta,” ungkapnya.

Adapun Nyoman Adhi Suryadnyana terpilih menjadi anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI periode 2021-2026. Hal ini setelah Komisi XI DPR usai menyelenggarakan fit and proper test atau uji kalayakan dan kepatutan dan disahkan dalam rapat paripurna DPR beberapa waktu lalu. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim