Bintan-Pinang

Casia Bintan Sasar Pasar Wisatawan Domestik

GM Banyan Tree Hotel dan Resort di Cassia Bintan, Alpha Eldiansyah.

batampos.id– General Manager Banyan Tree Hotel dan Resort di Cassia Bintan, Alpha Eldiansyah mengungkapkan, pandemi covid-19 yang sudah lebih dari setahun melanda sangat berpengaruh besar terhadap industri pariwisata di Bintan.

BACA JUGA: Covid-19 di Singapura Melonjak, Kepri Bidik Wisatawan Nusantara

Menurutnya, pandemi covid-19 selain membatasi ruang gerak, juga berimbas terhadap penurunan jumlah wisatawan baik mancanegara dan domestik.

Terlebih hingga saat ini, masih menurutnya, salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara ke Bintan lewat Pelabuhan Bandar Bentan Telani, Lagoi belum bisa menerima kunjungan wisatawan mancanegara.

Namun kondisi ini, menurut Alpha, tidak menyurutkan semangat manajemen Cassia Bintan di Lagoi. “Aneka paket menginap terus kita tawarkan dengan menyasar pasar nusantara termasuk wisatawan dari Tanjungpinang dan Batam,” ujarnya.

Alpha mengatakan, pihaknya juga terus berkreasi untuk kenyamanan dan kebahagian bagi wisatawan yang berkunjung ke resortnya termasuk Banyan Tree, Angsana, dan Laguna Golf Bintan. Apalagi resortnya sangat populer di kalangan family market, khususnya di akhir pekan dan meeting di hari hari kerja.

Di samping itu, resortnya memiliki pantai private dan 18 hole lapangan golf yang didesain oleh pegolf Greg Norman, lalu diengkapi juga dengan spa.

“Keterpaduan ini lah yang bisa ditawarkan untuk banyak kalangan,” ungkapnya. Dia mengatakan, untuk memajukan pariwisata kembali dibutuhkan dukungan semua pihak misalnya kebijakan kemudahan masuk ke kawasan Bintan Resort.

“Yang penting kolaborasi bersama dengan resort resort lain yang ada di kawasan pariwisata Lagoi,” tukasnya.

Sementara, Ketua ASITA Tanjungpinang Bintan, Sapril Sembiring  menyambut baik semangat Cassia Bintan menyasar pasar domestik.

Menurutnya, pariwisata harus berkelanjutan. Soalnya, jika memang sulit meyakinkan pihak luar negeri khususnya Singapura sebagai pasar utama. “Kenapa tidak kita fokus menyasar pasar domestik. Kita bisa mulai dari pasar Batam dan Tanjungpinang kemudian Jakarta,” katanya.

Menurutnya, penerbangan dari dan ke Jakarta saat ini bisa dioptimalkankan. “Hanya saja jika memang memungkinkan antigen atau PCR ditiadakan dengan tracing menggunakan aplikasi Peduli Lindungi bagi mereka yang sudah 2 kali di vaksin,” sarannya.

Menurutnya, jalannya sektor pariwisata mampu membuka lapangan kerja, menumbuhkembangkan pelaku usaha kecil menengah dan juga memberikan kontribusi besar bagi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bintan dan Tanjungpinang.

“Saya rasa kita harus fokus dan kerja keras untuk bersama sama keluar dari situasi sulit ini, kembali bangkit dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dalam menjalankan industri pariwisata,” tukasnya. (*)

 

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO
editor: tunggul