Bintan-Pinang

Jelang Akhir Tahun, PUPR Tanjungpinang Fokus Proyek Swakelola

Pembangunan proyek dinding penahan longsor di Jalan Lintas Barat, Pulau Ladi, Kecamatan Teluk Bintan, f. Peri Irawan

batampos.id– Jelang akhir tahun 2021 Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tanjungpinang memfokuskan proyek swakelola yang melibatkan masyarakat dalam rangka pemulihan ekomoni nasional.

BACA JUGA: Bintan Dapat Rp 36 Miliar DAK Pendidikan, Tamsir: Proyek Tidak Boleh Lagi Swakelola, Wajib Lelang

Kepala Dinas PUPR Kota Tanjungpinang, Zulhidayat menyebutkan proyek swakelola itu berupa pengerjaan pada beberapa ruas jalan seperti pembersihan bahu jalan, pembersihan drainase, sedimen di saluran air. Untuk pengerjaanya memang tidak membutuhkan tenaga ahli khusus.

“Jika masyarakat itu masih dalam kondisi sehat dan bisa bekerja maka bisa dilibatkan untuk proyek swakelola ini,” kata Zulhidayat, Jumat (8/10).

Dijelaskan Zulhidayat, untuk proyek fisik yang pengerjaanya tahun tunggal 2021 saat ini sudah selesai 100 persen sudah bisa dinikmati seperti jalan kampung haji, jalan sekitar sungai carang, kampung air bukit, jalan di sidomulyo sekitaran pesantren al-kautsar. .

“Proyek jalan ini justru sudah kita gesa sejak awal tahun 2021 ini, karena memang sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Sementara untuk pembangunan Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) dan Gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) serta mes polres Tanjungpinang hampir selesai, hanya tersisa finishing.

Sementara itu, karena belum ditetapkannya APBD Perubahan Kota Tanjungpinang, Zulhidayat menyebutkan juga berpengaruh pada ritme kerja di PUPR. Pihaknya tetap mengoptimalkan swakelola yang sudah ditetapkan sejak APBD murni 2021.

Dalam rangka hari otonom pada 10 Oktober 2021 juga akan dilakukan gotong royong bersama khusus saluran drainase, mengimbau seluruh masyarakat membersihkan drainase di sekitar rumahnya sehingga bisa meminimalisir pengeluaran di tengah keterbatasan.

“Kalau kita mau jujur dengan tidak ditetapkannya APBD-P sedikit banyak akan mengganggu ritme kita, tapi kita tetap optimalkan segala potensi yang ada,” tambahnya.

Zulhidayat menambahkan dengan kondisi keuangan terbatas selama pandemi, pihainya memang tidak mengusulkan pembangunan proyek fisik karena tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama. “Palingan hanya rencana untuk proyek fisik di 2022 nanti yang kita persiapkan,” imbuhnya. (*)

Reporter : Peri Irawan
editor: tunggul