Nasional

IM57+ Institute Ajukan Syarat Khusus Atas Tawaran Kerja Sama dari KPK

Novel Baswedan bersama pegawai yang tidak lolos TWK meninggalkan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, kemarin (30/9). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

batampos.id – Indonesia Memanggil 57 Institute (IM57+ Institute), institusi besutan mantan pegawai KPK yang tidak lolos TWK membuat sikap terhadap KPK. Sikap itu terkait rencana kerja sama yang dilontarkan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam pemberantasan korupsi.

Praswad Nugraha, salah satu awak IM57+ Institute mengatakan bahwa pihaknya memberikan syarat jika pimpinan KPK ingin bekerja sama. Yakni, meminta KPK melaksanakan rekomendasi Komnas HAM dan Ombudsman.

Praswad menegaskan bahwa Komnas HAM telah menyatakan asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) melanggar HAM dan maladministrasi. Asesmen itu berupaya untuk menyingkirkan 58 pegawai KPK secara sewenang-wenang.

“Boleh banget KPK bekerja sama IM57+ Institute. Mungkin bisa dimulai dengan KPK melaksanakan rekomendasi Komnas HAM dan Ombudsman,” atas pemecatan 58 pegawai KPK secara sewenang-wenang,” kata Praswad dikonfirmasi, Minggu (10/10).

Praswad, mantan pegawai ini meminta pimpinan KPK untuk memberikan hak konstitusinal para pegawai yang dipecat pada 30 September 2021. “Hak konstitusional kami berdasarkan pasal 1 ayat 6 UU 19 Tahun 2019, kami harus di angkat sebagai ASN di KPK. Pegawai KPM adalah aparatur sipil negara sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan mengenai aparatur sipil negara,” tegas Praswad.

Karena, IM57+ Institute sendiri didirikan sebagai wadah bagi para pegawai yang dipecat oleh KPK.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyatakan bahwa pihaknya berencana melakukan kerja sama dengan IM57+ Institute. Lembaga swadaya masyarakat (LSM) itu merupakan wadah yang dibuat oleh mantan pegawai KPK yang diberhentikan dengan hormat karena gagal dalam TWK.

“Kalau memang komitmen orientasi kelembagaannya adalah memberantas korupsi, tentu KPK akan terbuka untuk melakukan kolaborasi,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (8/10).

Pihak KPK sangat senang, jika IM57+ Institute bisa membantu dalam kerja-kerja pemberantasan korupsi. “Sekali lagi yang jelas KPK akan terus melakukan pemberantasan korupsi dengan seluruh lapisan masyarakat termasuk dengan siapapun termasuk dengan IM57,” klaim Ghufron. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim