Ekonomi & Bisnis

Transportasi Laut Perlu Perhatian, Ongkos Kirim Daerah Terpencil Mahal

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan ongkos kirim barang domestik untuk daerah terpencil mahal karena jumlah armada pada transportasi laut di Indonesia masih terlalu sedikit. (Saifan Zaking/JawaPos.com)

batampos.id – Indonesia masih perlu membenahi sektor transportasi untuk mendukung logistik nasional. Sebab, ongkos kirim barang domestik untuk daerah terpencil seperti pengiriman dari Jakarta ke kawasan Indonesia Timur masih sangat mahal.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan, hal itu terjadi karena jumlah armada pada transportasi laut di Indonesia masih terlalu sedikit. Hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah.

Menurutnya, salah satunya untuk memperbaiki rantai pasok yang baik, terlihat dari pembentukan keseimbangan baru harga pengiriman barang.

“Transportasi laut jadi PR untuk ditingkatkan ke depan. Distribusi barang domestik memang lebih mahal,” ujarnya dalam webinar yang Kementerian Perhubungan, Jumat (8/10).

Destry bahkan menyebut ongkos kirim barang dari Jakarta ke daerah timur lebih mahal daripada biaya ekspor Jakarta ke Tiongkok.

“Eksportir ekspor dari Jakarta ke Tiongkok malah biayanya lebih murah daripada kirim dari Jakarta ke Indonesia timur,” ucapnya.

BACA JUGA: Pengusaha UMKM Curhat ke Isdianto, Keluhkan Sulitnya Kirim Barang

Dalam kesempatan yang sama, ekonom senior Faisal Basri menyebut, saat ini angkutan laut di Indonesia jumlahnya semakin sedikit. Padahal angkutan laut sangat dibutuhkan untuk distribusi barang khususnya ke daerah-daerah terpencil.

Faisal memaparkan, pada 2010 kapasitas angkutan laut di Indonesia mencapai 8,96 persen. Sementara di tahun 2020 menjadi 6,94 persen saja dari total transportasi di Indonesia di semua moda.

“Manusia makin mobile, barangnya malah masih mahal diangkut lewat laut,” sebut Faisal. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung