headline

Gubernur Ansar: Tidak Ada Intervensi

Soal Pemilihan Sekda Kepri dan Tidak Adanya Calon dari Batam

Ansar Ahmad. (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Proses seleksi untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri tidak memunculkan nama-nama calon dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Ketika dikonfirmasi, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil yang telah dirumuskan oleh tim independen panitia seleksi.

”Mengenai Sekda, masih proses. Kita tunggu saja hasilnya. Prosesnya nanti dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) lalu ke Presiden,” ujar Ansar, di Hotel Aston Batam, Sabtu (9/10).

Menurut Ansar, proses penilaian untuk posisi jabatan Sekda merupakan wewenang dari tim independen, yakni Pansel Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (JPTM) yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah, akademisi, dan lainnya.

”Sedang dalam proses penilaian, kita serahkan ke tim independen. Sama sekali tidak ada intervensi,” tegasnya.

Sebelumnya, tidak ada nama pejabat dari Pemko Batam dalam daftar rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pansel JPTM Provinsi Kepri untuk posisi Sekda Provinsi Kepri. Adapun mereka yang mendapatkan rekomendasi adalah Adi Prihantara, Sardison, dan Misni.

Adi Prihantara adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan. Sedangkan dua nama lainnya berasal dari pejabat internal Pemprov Kepri. Yaitu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD) Dukcapil) Provinsi Kepri, Sardison, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Misni.

Lewat pengumuman Nomor: 04/PANSEL-JPTM/KEPRI/2021 tentang Hasil Akhir Seleksi Terbuka JPTM Provinsi Kepri tertanggal 8 Oktober 2021, Pansel memutuskan tiga nama yang dinilai memenuhi kriteria untuk dipilih menjadi Sekda Provinsi Kepri definitif.

Lewat pengumuman tersebut, pansel yang dipimpin oleh Hamdani, Staf Ahli Mendagri tersebut menegaskan bahwa pengumuman hasil akhir Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2021 ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. (*)

Reporter : RIFKI SETIAWAN
Editor: MOHAMMAD TAHANG