Bintan-Pinang

Hari Pertama, 184 Siswa SMPN 5 Bintan Ikuti Belajar Tatap Muka di Sekolah

Seorang siswa dicek suhu tubuh sebelum masuk ke ruang kelas untuk mengikuti belajar tatap muka di sekolah, Senin (11/10) pagi. F.Slamet Nofasusanto

batampos.id– Sejumlah sekolah di Bintan mulai melaksanakan belajar tatap muka terbatas di sekolah pada hari pertama Senin (11/10). Salah satunya SMPN 5 Bintan.

BACA JUGA: Ruang Belajar Kurang, PTM Sejumlah SMA Negeri di Batam Kacau, Dewan Minta Gubernur Bertindak

Kepala SMPN 5 Bintan, Elnui mengatakan, belajar tatap muka terbatas di sekolah terbagi dalam dua gelombang. Bagi siswa dengan jadwal gelombang pertama akan mengikuti belajar tatap muka pada minggu pertama. Sedangkan siswa dengan jadwal gelombang kedua akan belajar tatap muka pada minggu kedua.

“Begitu seterusnya untuk jadwal belajar tatap muka terbatas di sekolah,” kata Elnui.

Elnui menyebut, jumlah siswa di SMPN 5 Bintan ada 368 orang. Hari pertama belajar tatap muka di sekolah terdapat 184 siswa mengikuti belajar tatap muka gelombang pertama di sekolah.

Dikatakan Elnui juga, rata-rata satu ruang kelas belajar diisi sebanyak 16 orang yang mengikuti belajar tatap muka pada hari pertama dari biasanya rata-rata 32 orang siswa.

Dari 368 orang siswa, Elnui menyebut, 92 persen siswa telah divaksin covid-19. Sedangkan selebihnya belum divaksin karena berbagai alasan mulai tidak diizinkan orangtua hingga ada penyakit bawaan. “Jadi ada sejumlah siswa yang masih belajar secara online di rumah masing-masing,” kata Elnui.

Selain sudah divaksin, syarat lain siswa boleh mengikuti belajar tatap muka di sekolah harus mengisi surat pernyataan persetujuan dari orangtua sesuai aturan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bintan.

Salah seorang siswa kelas 7 SMPN 5 Bintan, Servia Makdalena senang bisa mengikuti belajar tatap muka di sekolah karena bisa bertemu guru dan teman-teman. Servia juga sudah menerima vaksin covid-19 baik dosis pertama dan kedua.

Pantauan di lapangan, sebelum dimulai belajar tatap muka di sekolah, siswa dipastikan memakai masker ketika masuk ke area sekolah, lalu dicek suhu tubuh. Selanjutnya siswa diarahkan untuk mencuci tangan. Ketika di dalam kelas siswa, kursi siswa diatur berjarak antara kursi satu dengan kursi lain. (*)

 

Reporter: SLAMET NOFASUSANTO
editor: tunggul