Bintan-Pinang

Pemko Minta Developer Tuntaskan Permasalahan Banjir di Jalan Bestari

Kepala Dinas PUPR Kota Tanjungpinang, Zulhidayat

batampos.id– Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tanjungpinang mendorong pihak developer penyelesaian permasalahan banjir di Perumahab Jala Bestari, Tanjungpinang Timur. Setelah Detail Engineering Design (DED) selesai pihak developer segera diminta segera mengerjakan proyek antisipasi terjadi banjir pada akhir tahun.

BACA JUGA: Gegara Banjir, Warga Bentrok di Batuaji

Kepala Dinas PUPR Kota Tanjungpinang, Zulhidayat menjelaskan untuk tahun 2021 anggaran proyek untuk penanganan banjir di Perumahan Jala Bestari memang belum disediakan. PUPR sedang mempersiapkan Detail DED) bersamaan lima DED penanganan banjir daerah lain. “DED nya on progres teman-teman sedang menghitung kontur besok Senin (11/10) akan dipresentasikan untuk disimulasikan,” kata Zulhidayat, Minggu (10/10).

Penanganan banjir di Perumahan Jala Bestari memang diperlukan kontribusi dengan pemilik lahan. Penanganan yang dilakukan beberapa waktu lalu itu, Lanjut Zulhidayat memang hanya bersifat sementara. Waduk yang dibuat oleh pihak pinang mas hanya bisa menahan air saat hujan selama 45 menit.

“Jika lebih lama dari itu dan intensitas hujan cukup tinggi maka kolam retensi penampung air itu akan penuh karena tidak menyerap air ke bawah karena tanahnya tidak bisa menyerap air,” papar Zulhidayat.

Perlu diketahui, walaupun bisa mengurangi tinggi genangan di Perumahan Jala Bestari maka akan timbul masalah baru sebab aliran airnya akan mengalir ke kampung lain terdekat maka akan tersumbat. Kolam yang terletak di lokasi itu semua berfungsi menampung air sekarang beralih fungsi. Aliran air akan bertemu di Perumahan Aisyah Sulaiman maka akan tersumbat.

“Itu tidak tuntas, mungkin di Jala Bestari terbantu tapi banjir akan pindah ke lokasi lain,” paparnya. Tugas saat ini adalah, penangananya harus tuntas sampai ke hilir sementara untuk menanganinya sekarang terhambat masalah lahan. Permasalahan lahan itu menjadi tantangan PUPR apakah pemilik mau membantu agar malasah banjir itu bisa selesai.

Karena penanganan di Perumahan Jala Bestari merupakan tugas developer, PUPR tentu berusaha menggesa agar segera dikerjakan setelah DED selesai. Developer tidak terikat waktu dalam penanganannya berbeda dengan pemerintah harus dalam anggaran tahun berjalan.

“Kita dorong dan mengimbau developer ini cepat dikerjakan karena jelang akhir tahun biasanya terjadi musim hujan,” tambahnya.

Diketahui juga, berdasarkan penjelasan ombudsman kondisi banjir di perumahan itu, aliran air yang sebenarnya tidak masuk ke lokasi itu tapi sengaja diarahkan ke Perumahan Jala Bestari. Secara kontur juga lebih rendah. “Memang menjadi tugas pihak developer, pemerintah membantu dari segi yang lain,” tambahnya. (*)

Reporter : Peri Irawan
editor: tunggul