Ekonomi & Bisnis

52,9 Persen Usaha Mikro Dijalankan Perempuan

ILUSTRASI: Aneka jenis kerupuk dijual pedagang UMKM di Batumerah, Batam Minggu 16 Februari 2020. F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos.id – Perempuan dalam sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berperan sangat besar dan dapat membawa multiplier effect kepada perekonomian. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengungkapkan, sekitar 65 juta unit UMKM yang ada di Indonesia, jika dilihat berdasarkan usahanya, 34 persen usaha menengah dijalankan perempuan. Kemudian 50,6 persen usaha kecil dan 52,9 persen usaha mikro juga dijalankan oleh perempuan.

Menurutnya, transformasi digital dalam membangkitkan UMKM nasional menjadi sangat penting. Sebab, mengutip riset dari Temasek dan Google, Teten menyebut potensi ekonomi digital Indonesia sangat besar yaitu dapat mencapai transaksi hingga Rp 1.826 triliun.

“Ekonomi digital Indonesia di 2025 diproyeksikan akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan nilai transaksi mencapai Rp 1.826 triliun,” ujarnya dalam webinar dikutip Selasa (12/10).

Sementara, Menteri Kelautan dan Perikanan 2014-2019 Susi Pudjiastuti memandang, memajukan peran perempuan dalam perekonomian memerlukan peran aktif para perempuan untuk saling menyemangati. Menurutnya, ada banyak tanggung jawab yang bergantung di pundak perempuan dari urusan keluarga, rumah tangga, hingga bisnis.

“Kita yang sudah berdaya atau sudah punya kemampuan harus jangan malas memprovokasi perempuan lainnya untuk ikut berdaya,” ucapnya.

PT HM Sampoerna Tbk membuat program melalui Semangat dan Aksi Perempuan Andalan (SAPA). Program ini menggandeng Sirclo dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dalam mengadakan kelas pelatihan untuk memfasilitasi dan memberikan pembekalan bagi pelaku UMKM agar bisa lebih melek digital.

Kepala Urusan Eksternal PT HM Sampoerna Tbk Ishak Danuningrat mengatakan, program ini diharapkan dapat menjadi platform untuk memberikan UMKM keterampilan praktis agar mereka bisa tetap produktif dan memiliki daya saing di tengah pukulan pandemi Covid-19. Sebab, UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia, dan lebih dari 60 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan.

BACA JUGA: 34 Persen Pebisnis UMKM Adalah Perempuan

“Harapan kami, SAPA dapat menjadi platform untuk memberikan UMKM keterampilan praktis agar mereka bisa tetap produktif dan berdaya saing di tengah pukulan pandemi Covid-19,” tuturnya.

Pada September lalu, pihaknya mengadakan kompetisi digital bagi pelaku UMKM untuk unjuk kemampuan promosi serta menerapkan pembelajaran dari kegiatan pelatihan. Pada kompetisi tersebut, para pelaku UMKM diajak untuk membuat video promosi produk atau jasa mereka dengan durasi satu menit.

“Kompetisi ini menguji kemampuan para peserta untuk menyampaikan informasi produk atau jasa mereka secara kreatif dalam durasi yang singkat dengan di media sosial yang menjadi keterampilan penting bagi UMKM masa kini,” pungkasnya. (*)

Reporter: JPG Group
Editor: Suprizal Tanjung