Metropolis

Polisi Ringkus 5 Pembunuh Pengamen di Batuaji

 

batampos.id – Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang berhasil meringkus lima pelaku pengeroyokan yang menewaskan pengamen, Andrew Kristian Pranata Sirait, 20, di halte Putri Tujuh, Batuaji. Tiga di antaranya merupakan anak di bawah umur.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Reza Morandy Tarigan, mengatakan, pe­nangkapan pelaku dilakukan di wilayah Batuaji dan Baloi Kolam. Kelima pelaku yakni JS, 19, IS, 19, dan anak di bawah umur A, 14, RI, 16, serta M, 14.

”Kami amankan di lokasi yang berbeda. Pelaku dan korban ini saling kenal dan sering nongkrong di TKP (Tempat Kejadian Perkara) pengeroyokan,” ujar Reza di Mapolresta Barelang, Senin (11/10/2021).

Reza menjelaskan, pengeroyokan tersebut disebabkan pelaku yang sakit hati dengan ucapan korban. Saat itu, korban menghina tongkrongan pelaku yang tengah menenggak minuman keras (miras) jenis tuak.

”Korban dan pelaku sama-sama dipengaruhi alkohol. Ada yang merasa sakit hati dan dendam, sehingga terjadi keributan dengan salah seorang pelaku,” katanya.

Dari pemeriksaan polisi, total ada delapan orang pelaku yang menganiaya korban. Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap tiga pelaku lainnya berinisial, H, RS, dan Bz.

”Korban ditemukan kritis dan dibawa ke rumah sakit. Namun, nyawanya tak tertolong. Bahkan, usai menganiaya korban, pelaku ini memotong rambut korban menggunakan gunting,” ungkap Reza.

Sementara itu, dari pengakuan salah satu pelaku, Is, penganiayaan itu bermula dari keributan rekannya berinisial H dengan korban.

”Saya ikutan saja. Karena dia (korban) bilang kami biasanya ngelem (menghirup lem), kok minum tuak. Dia mengejek sambil ketawa,” katanya.

Is mengatakan, usai menganiaya, pelaku langsung meninggalkan lokasi. Ia mengaku tak mengetahui penganiayaan tersebut mengakibatkan korban meregang nyawa.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal pasal 170 ayat 2 ke 3 e KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Andrew Kristian Pranata Sirait ditemukan tewas di halte Putri Tujuh, Batuaji, Sabtu (9/10 pagi. Korban yang biasanya menjadi pengamen ini, ditemukan dengan kondisi mulut yang berbuih.

Diduga, warga Kampung Tua Tembesi Lestari RT 06/RW 03, Tembesi, ini tewas akibat dibunuh. Tubuh korban dipenuhi lebam, dan dari lokasi ditemukan potongan rambut korban. (*)

 

 

Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : RATNA IRTATIK