headline

WNA Otaki Pembobolan Bank di Batam

Kuras Rekening Nasabah hingga Rp 2 Miliar

Anggota Reskrim Polresta Barelang mengawaldua tersangka kasus skiming saat ekspos di Mapolresta Barelang, Seninb (12/10). (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang berhasil membongkar sindikat pencurian dengan modus skimming atau pembobolan data nasabah bank. Pembobolan ini dilakukan dua orang yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI).

Kedua pelaku yakni ZN, 51, Warga Negara Sri Lanka yang diamankan di Jakarta. Kemudian, JP, 42, warga Batuaji. Keduanya juga merupakan resedivis kasus yang sama dan bersamaan mendekam di LP Cibinong, Jawa Barat.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Reza Morandy Tarigan, mengatakan, penangkapan pelaku dilakukan berdasarkan laporan nasabah bank swasta di Batam pada pertengahan September lalu. Korban saat itu kehilangan uang di rekening senilai Rp 32 juta.

“Setelah korban kehilangan uang, dilaporkan kepada pihak bank. Dan kami lakukan penyelidikan dari rekaman CCTv ATM di Batuaji,” ujar Reza di Mapolresta Barelang, Senin (11/10) siang.

Reza menjelaskan, kasus skimming ini diotaki J, WNA Asal Amerika yang kini masih buron polisi. Dari pengakuan tersangka, J bertugas membobol data dan mengirim nomor PIN ATM target.

Kemudian, ZN bertugas memindahkan data tersebut ke dalam blank card atau kartu kosong yang telah dipersiapkan sebelumnya. Sedangkan, JP bertugas mengambil uang ke ATM. “Mereka bagi hasil. Dari pengakuan tersangka ini, mereka tidak pernah ketemu dengan J, seluruh datanya dikirim melalui telegram,” kata Reza.

Dari pengakuan pelaku, dalam sehari mereka bisa mendapatkan uang mencapai Rp 30 juta. Aksi pencurian itu dilakukan sudah selama 1 tahun dengan jumlah uang mencapai Rp 2 miliar. “Alat skimming itu ada sama J. Nah, kita belum tahu alatnya seperti apa, karena J ini belum kita dapati, masih DPO,” ungkap Reza.

Sementara itu, Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Juwita Oktaviani, menjelaskan, pencurian (skimming) ini dilakukan dengan sistem uji coba. Seluruh data nasabah yang masuk ke dalam blank card akan dicoba ke beberapa mesin ATM.

“Jadi, tersangka ini tidak tahu apakah data nasabah itu menggunakan bank apa. Karena yang diketahui hanya data dan nomor PIN. Sehingga kartu kosong itu dicoba-coba pelaku ke beberapa ATM,” kata Juwita.

Dari pengakuan J, aksi pencurian itu kembali ia lakukan setelah bebas dari LP Cibinong pada 2019 lalu. Ia kembali menghubungi ZN yang juga bebas pada 2018 lalu. “Tidak setiap hari juga (mencuri). Seluruh data itu dari dia (J),” ujarnya singkat.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 46 ayat 3 jo pasal 30 ayat 3 atau payat 51 KUHP tentang ITE dengan ancaman hukuman hingga 13 tahun penjara.

* Gelapkan Rp 45 Juta untuk Beli Chip Game Online

Sementara itu, di kasus lainnya, Yusuf Helmi, pelaku penggelapan uang Alfamart di Sagulung, masih mendekam di Polsek Sagulung. Pria 23 tahun ini dijerat pasal 372 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara.

Kepada Polisi, Yusuf mengaku telah menghabiskan uang sebesar Rp 45,5 juta yang digelapkan dari tempat kerjanya di salah satu Alfamart di Sagulung. Dia mempergunakan uang tersebut untuk membeli chip game online. Selain itu, uang tersebut juga ia gunakan untuk membayar utang yang dipinjam melalui pinjaman online.

“Selama pelariannya sekitar dua bulan, pelaku ini telah menghabiskan seluruh uang yang digelapkannya itu. Separuh untuk bayar utang, separuhnya buat beli chip game online,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sagulung Iptu Muharka.

Dijelaskan Muharka, usai menggondol dari brangkas dan meja kasir Alfamart, pelaku sempat melarikan diri dan bersembunyi selama dua bulan. “Pindah-pindah dia sembunyinya dan menghabiskan semua uang itu,” kata Muharka. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI
EUSEBIUS SARA
Editor : MOHAMMAD TAHANG