Bintan-Pinang

Dua Pegawai Kejaksaan Ngaku Jaksa dan di-OTT Saat Lakukan Pemerasan Oknum Kades di Bintan

Dua oknum pegawai kejaksaan MR (kanan) dan BI (tengah) ditangkap petugas di kawasan Bintan, Rabu (30/6). f. ist kejaksaan

batampos.id – Dua pegawai kejaksaan, M Rizal dan Bustanul Ilmi serta pihak swasta, Riki Rozali didakwa pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (12/10). Tiga terdakwa didakwa telah melakukan Pungutan Liar (Pungli) dan pemerasan Kepala Desa (Kades) di Bintan.

BACA JUGA: Kasus Pungli Oknum Pegawai Kejaksaan Segera Disidang

JPU Fajrian Yustiardi menyatakan pada dakwaan pertama terdakwa melanggar Pasal 12 huruf E jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP Undang undang Nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001. Pada dakwaan kedua, melanggar Pasal 12 huruf E Jo 53 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP Undang undang Nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001. Selanjutnya, pada dakwaan ketiga, melanggar Pasal 23 KUHP Jo Pasal 421 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. “Bustanul bersama Rizal telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan menguntungkan diri sendiri,” kata JPU.

Dua terdakwa yakni Bustanul dan Rizal juga mengaku sebagai jaksa dan memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri.

Mendengar dakwaan JPU, terdakwa Rizal akan mengajukan eksepsi terkait dakwaan tersebut. Sedangkan dua terdakwa lainnya yakni Bustanul dan Riki tidak mengajukan eksepsi. “Sidang ditunda selama satu pekan agenda mendengar eksepsi terdakwa,” tutup Ketua Majelis Hakim, Anggalanton Boang Manalu.

Sebelumnya diketahui, oknum pegawai kejaksaan yakni MR dan BI diciduk petugas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri dan Kejari Bintan di kawasan Kawal Bintan, Rabu (30/6) lalu. Selain dua oknum, petugas juga mengamankan pihak swasta yakni RR yang diduga ikut melakukan pemerasan terhadap Kades di kawasan Bintan. Saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), petugas menyita barang bukti uang sebesar Rp 50 juta serta tiga ponsel milik tiga pelaku. (*)

 

Reporter : YUSNADI NAZAR
editor: tunggul