Ekonomi & Bisnis

Kebutuhan Migas Masih Tercukupi untuk 15 Tahun

ILUSTRASI: Sebanyak delapan warga Indonesia yang bekerja di Kapal Pengeboran Minyak Turki, Fatih, turut terlibat dalam penemuan cadangan energi gas terbesar dalam sejarah Turki. (F.Antara/HO-KJRI Istanbul)

batampos.id – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memperkirakan konsumsi minyak dalam negeri akan naik 139 persen pada 2050 mendatang dibandingkan konsumsi tahun lalu. Sementara itu konsumsi gas diperkirakan akan melonjak lebih tinggi, sebesar 298 persen.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jawa-Bali-Nusa Tenggara (Jabanusa) Nurwahidi optimistis bahwa pihaknya dapat memenuhi kebutuhan minyak dan gas (migas) dalam negeri karena cadangan migas yang tersimpan di dalam perut bumi masih begitu besar. Dia memaparkan, dari 128 cekungan yang ada, sekitar 60 cekungan belum dilakukan pengeboran.

Dari cekungan itu setidaknya ada cadangan terbukti (proven) sekitar 3,8 miliar barel minyak dan gas sebesar 77 triliun kaki kubik (TCF).

“Kita yakin bahwa kebutuhan migas dalam negeri bisa dipenuhi setidaknya hingga 15 tahun ke depan,” ujarnya dalam diskusi bersama media secara virtual dengan tema Hulu Migas Datang, Industri Berkembang, Selasa (12/10).

Nurwahidi menyebut, cadangan migas masih sangat besar, namun pemerintah juga terus menggarap penyediaan energi dari sumber energi baru terbarukan (EBT).

BACA JUGA: Perlu Dibentuk Lembaga Independen Mengelola Industri Hulu Migas 

Sebab, potensi pemanfaatan EBT sebagai sumber energi juga sangat besar.
Selain itu, hal tersebut juga sekaligus sebagai upaya untuk mendukung program keberlanjutan ekonomi hijau dan mengurangi dampak kerusakan lingkungan industri. Dalam proyeksi bauran energi nasional, porsi EBT terus meningkat hingga 2050 mendatang.

“Kita juga mendorong agar transisi energi ini bisa berjalan dengan baik sesuai dengan roadmap yang telah ditetapkan,” tuturnya.

Tahun 2020 lalu porsi EBT dalam pemenuhan energi nasional berkontribusi sebesar 13,4 persen. Kemudian pada 2030 diharapkan meningkat menjadi 25,6 persen dan pada 2050 ditargetkan EBT bisa menyumbang sekitar 31,2 persen. (*)

Reporter: JPG Group
Editor: Suprizal Tanjung