Metropolis

Kemenag Sarankan Pasangan Menikah Siri Ikuti Isbat Nikah

 

batampos.id– Pasangan suami-istri yang melakukan nikah siri tetap bisa tercatat dan dimasukkan dalam satu kartu keluarga atau KK.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Heryanto, mengatakan, pada prinsipnya semua penduduk Indonesia wajib terdata dalam KK. Namun, untuk pasangan nikah siri, Disdukcapil tidak dalam posisi menikahkan, melainkan hanya mencatat telah terjadinya pernikahan.

f. Azis Maulana/Batam Pos
Sejumlah warga menunggui kerabatnya yang akad nikah di KUA Sagulung, beberapa waktu lalu. Meski nikah siri bisa dicatatkan dalam KK, Kemenag mengimbau tetap ikut sidang isbat nikah.

”Hal ini sesuai dengan apa yang dipaparkan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri),” ujarnya, Selasa (12/10/2021).

Nantinya, dalam KK itu akan ada informasi bahwa pernikahan tersebut belum tercatat oleh negara.

”Akan ditulis nikah belum tercatat atau kawin belum tercatat,” tambah Heryanto.

Lantas, apa saja syarat untuk mengurus KK bagi mereka yang menikah siri ini, Heryanto menjawab, pasangan nikah siri melampirkan KTP dan dokumen nikah siri, baik berupa surat pernyataan maupun foto atau video nikah siri tersebut.

Adapun, nantinya dalam dokumen KK pasangan nikah siri, secara umum hampir sama dengan KK pada umumnya. Hanya, dalam tabel di kolom Status Perkawinan tertulis ’Kawin Belum Tercatat’.

Selain itu, syarat lainnya pasangan tersebut harus membuat Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).

”SPTJM yang disaksikan dua orang saksi (nikah siri) dan ditandangani,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Heryanto, sudah ada pasangan suami istri yang menikah siri dan mendaftarkan KK ke Disdukcapil Kota Batam. ”Ada, sudah banyak,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Zulkarnain Umar, mengatakan, pernikahan yang sah secara agama dan negara adalah pernikahan yang tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA). Disebutnya, pernikahan siri tidak dapat digolongkan dengan pernikahan yang sah karena belum terdaftar di KUA.

”Oleh sebab itu, bagi pasangan suami istri siri ini, kami sarankan isbat (penetapan) nikah, karena selain terdaftar di Disdukcapil, mereka juga akan terdaftar di KUA,” ujar Zulkarnain.

Isbat nikah adalah mengesahkan pernikahan yang sudah pernah terjadi di masa lalu namun belum dilegalkan. Selain itu, setelah isbat nikah, pasangan mendapatkan buku nikah yang disyahkan berdasarkan tahun pernikahan awal sehingga bisa mengakomodir anak-anaknya jika ingin mengurus akta kelahiran/KK dan lainnya.

Menurutnya, Disdukcapil dan Kemenag sama-sama lembaga negara yang bertugas mendata masyarakatnya, salah satunya melalui pernikahan. Di Disdukcapil didata melalui kartu keluarga sementara Kemenag melalui status pernikahan yang sah dan tercatat di KUA.

”Jadi, dua lembaga pemerintah ini prinsipnya sama,” tambahnya.

Zulkarnain menyebutkan, ada manfaat bagi pasangan suami istri siri yang melakukan isbat nikah. Selain nantinya akan terdaftar di KUA, pasangan yang menikah secara resmi dan tercatat KUA juga menghindari kerugian khususnya dari calon istri, termasuk urusan hak waris dan sebagainya.

”Kami selalu menyampaikan sosialisasi dan imbauan agar masyarakat tidak melakukan pernikahan siri. Jika ingin menikah, maka segera lengkapi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Zulkarnain.

 

Urus KTP dan KK via Daring

Kecamatan Sagulung terus melakukan inovasi dalam melayani dokumen yang dibutuhkan masyarakat. Salah satunya, dalam pengurusan KTP dan KK, pihak kecamatan melakukan komunikasi daring via WhatsApp.

”Jadi, walaupun pandemi Covid-19, proses pengurusan KTP dan KK tidak terkendala,” ujar Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Sagulung, Herawati, Selasa (12/10).

Ia menyebutkan, setiap hari di tengah kondisi pandemi paling sedikit melayani pengurusan KTP dan KK warga Sagulung sebanyak 20 orang, bahkan bisa lebih.

”Sistemnya kan sudah daring semua. Kita komunikasi dengan warga bisa lewat WA, sedangkan pengiriman bahan atau syarat pemohon pembuatan KTP dan KK semua secara online kepada pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batam,” ujar Herawati.
Ia juga menerangkan, dengan diberlakukannya sistem online ini, tentu saja lebih efisien secara waktu dan juga mengurangi interaksi pertemuan secara langsung di masa Pandemi Covid-19.

“Sekarang warga hanya perlu menunggu selama 2-7 hari untuk pengurusan KTP,” ujarnya.
Herawati juga menyatakan, masyarakat tidak perlu berbondong-bondong menunggu di kantor menanyakan kesiapan KTP yang sudah mereka ajukan. Masyarakat akan dihubungi via WhatsApp jika KTP sudah selesai dicetak.

“Untuk saat ini, ada beberapa KTP yang masih di kantor hingga tanggal 6 Oktober 2021,” ujarnya. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra, DEBRA NILA
Editor : RATNA IRTATIK