Ekonomi & Bisnis

Ongkos Kirim Jalur Laut Meningkat, Mendag Sarankan Ekspor via Udara

ILUSTRASI: Pesawat Citilink saat mendarat di Bandara Soekarno Hatta (Soeta) Tangerang, Sabtu 6 Februari 2021, F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memfasilitasi para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) agar dapat memperluas pangsa pasarnya ke pasar global. Pasar Timur Tengah menjadi salah satu tujuan potensial yang tengah dibidik memanfaatkan momen Expo 2020 Dubai.

Menteri Perdagangan Lutfi menyebutkan, permintaan ekspor produk-produk Indonesia kini semakin meningkat. Hal itu seiring adanya perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

“Saat ini Indonesia kebanjiran permintaan produk untuk diekspor ke luar negeri. Sehingga peluang yang luar biasa untuk mendorong ekspor nasional,” ujar Lutfi.

Mendag mengatakan, saat ini tarif pengiriman barang ekspor melalui jalur laut mengalami peningkatan lima hingga 10 kali lipat dari sebelumnya, yaitu menjadi USD 10 ribu hingga USD 20 ribu per kontainer.

“Terkait tarif pengiriman ekspor jalur laut yang meningkat, kami memberikan usulan kepada para pelaku UKM, khususnya UKM yang mengekspor produk berukuran kecil atau ringan, untuk beralih dari pengiriman jalur laut ke jalur udara. Hal ini mengingat adanya penurunan angka penumpang pesawat yang mengharuskan perusahaan penerbangan untuk tetap terbang dengan membawa muatan kargo,” urai Lutfi.

Ketua Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menambahkan, pihaknya akan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) untuk mencari solusi terkait tantangan dan hambatan yang dialami para pelaku usaha. Kadin mendorong ekspor nasional dengan memprioritaskan ekspor ke negara-negara yang memiliki comprehensive economic partnership agreement (CEPA) dengan Indonesia.

Di antaranya, UEA, Australia, Swiss, Hongkong, Uni Eropa, Turki, dan Korea Selatan.

BACA JUGA: Kemenparekraf Gandeng Swasta Kembangkan Bisnis UKM

CEPA merupakan perjanjian kerja sama antarnegara yang dapat dioptimalkan guna meningkatkan perdagangan internasional.

“Kadin juga berupaya membuat ekosistem yang dapat menghubungkan UKM dengan para calon buyers. Hal itu dilakukan untuk mempermudah ekspor ke negara-negara tujuan. Rencananya, proyek ini dilakukan di Australia, Swiss, serta akan memanfaatkan perhelatan Expo 2020 Dubai untuk mengembangkan proyek di UEA,” beber Arsjad.

Partisipasi Indonesia dalam Expo 2020 Dubai merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kinerja ekspor nasional, khususnya dalam kondisi pascapandemi Covid-19. (*)

Reporter: JPG Group
Editor: Suprizal Tanjung