Covid-19

Pelaku Wisata Siap Jalankan Kebijakan Apapun

Gubernur dan Wako Batam Diminta Kompak soal Pembukaan Pintu Wisman

Ketua PHRI Batam, Muhammad Mansur (kanan) saat penyerahkan bantuan masker. (Dok Batam Pos)

batampos.id – Pelaku usaha di sektor perhotelan dan restoran siap mengikuti segala kebijakan pemerintah, saat gerbang Indonesia lewat Kepri dibuka untuk wisatawan mancanegara (wisman). Di sisi lain, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, diminta kompak agar pembukaan pintu wisman ke Kepri khususnya Batam bisa berjalan dengan baik.

”Sebenarnya mau mengomentari ini cukup berat, karena Singapura belum siap, sementara Pak Gubernur sudah menyatakan siap. Pertimbangannya karena vaksin sudah mendekati 100 persen,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam, Muhammad Mansur, Selasa (12/10).

Menurut Mansur, sebagai pelaku usaha, ia dan rekan-rekan sejawat di bisnis perhotelan dan restoran siap dengan apapun kebijakan dari pemerintah. ”Sebagai pelaku usaha, kebijakan pemerintah akan kita dukung penuh dengan syarat betul-betul harus terapkan protokol kesehatan,” tambahnya.

Meskipun saat ini, angka penderita Covid-19 sudah sangat landai, Mansur mengingatkan, agar tiap pelaku usaha tetap menjaga protkes, karena bisnis pariwisata merupakan bisnis kepercayaan. ”Sekarang sudah ada perubahan di dunia hotel, meskipun belum signifikan. Kami harus siap apapun kondisinya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PHRI pusat, Haryadi Sukamdani, beberapa waktu lalu mengatakan bahwa pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan meningkatkan aktivitas ekonomi. ”Di Kepri ini, penurunan PPKM maka dapat meningkatkan jumlah penerbangan dan aktivitas usaha semakin besar,” jelasnya.

Jika PPKM di Kepri khususnya Batam turun ke PPKM level 1, maka ia meyakini sektor pariwisata dapat pulih kembali. Turunnya PPKM dapat memberikan arti, karena relaksasi di sektor pariwisata tidak terlalu banyak.

Sejatinya, relaksasi yang diharapkan untuk diberikan yakni diskon tarif listrik, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan lain-lain. ”Kalau diberikan (relaksasi, red), dampaknya akan memiliki pengaruh besar. Kiranya di Kepri bisa berikan relaksasi yang bisa ringankan sektor pariwisata,” tegasnya.

Sementara itu, beda pandangan antara Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, terkait pembukaan pintu masuk wisatawan asing harus segera diakhiri, supaya tidak membingungkan pelaku usaha pariwisata.

Seperti diketahui, Ansar ingin secepatnya pintu wisman dibuka. Bahkan, Ansar bersama kementerian dan lembaga terkait sudah melakukan pembahasan terkait dengan persiapan Kepri sebagai pilot project travel bubble bersama Bali dan Jakarta. Ansar mendorong agar percepatan travel bubble ini bisa terwujud, Kamis (14/10) besok.

Sementara Rudi, menegaskan Kota Batam akan menunda masuknya wisatawan asing hingga November. Sebab, capaian vaksinasi di Kota Batam saat ini baru 84 persen. Rudi ingin pembukaan itu ditunda, hingga capaian vaksinasi di Kota Batam mencapai 100 persen.

Melihat gubernur dan wako Batam tidak kompak, ketua Forum Pengusaha Kampung Bule Family, Ruslan Kasbulatov angkat bicara. Ia meminta gubernur dan wali kota berjalan berdampingan agar perekonomian di Kota Batam ini bisa bangkit tanpa mengabaikan protokol kesehatan.

Sebab, lanjut Ruslan, selama pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir dua tahun ini, perekonomian masyarakat banyak yang susah setelah kehilangan pekerjaan. ”Pada prinsipnya saya mendukung yang diajukan gubernur untuk segera membuka pintu wisatawan asing 14 besok (Kamis, 14/10, red),” katanya.

Ia melanjutkan, kawasan hiburan dan kuliner Kampung Bule selama ini sangat bergantung dengan wisawatan asing. Sehingga, dengan adanya pembukaan itu, bisa membantu operasional Kampung Bule yang selama ini sepi pengunjung.

Meski demikian, pembukaan pintu bagi wisatawan asing itu juga melihat keputusan dari Wali Kota Batam. Dimana, Wali Kota Batam akan membuka pintu wisatawan asing jika capaian vaksinasi sudah mencapai 100 persen. Sementara capaian hingga saat ini masih di bawah 85 persen.

”Kalau mau 100 persen, wali kota harus jemput bola. Saat ini, masyarakat kita sudah mau divaksin tapi tidak mendapatkan informasi di mana titiknya sampai saat ini. Jadi, alangkah baiknya wali kota berkoordinasi dengan gubernur. Tak usah berpolemik,” imbuhnya. (*)

Reporter : RIFKI SETIAWAN
EGGY IDRIANSYAH
Editor : MOHAMMAD TAHANG