Bintan-Pinang

PPRD Tanjungpinang Targetkan PBB Rp 15 Miliar

ilustrasi berkas pembayaran PBB. (dokumen batamnpos.id)

batampos.id– Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Tanjungpinang, targetkan penerimaan Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) untuk 2021 sekitar Rp 15 miliar. Kepala BPPRD Kota Tanjungpinang, Riany menjelaskan hingga September 2021, pihaknya sudah menerima PBB-P2 sekitar Rp 7,8 miliar. atau sekitar 49 persen dari target.

BACA JUGA: Penghasilan di Atas Rp 5 miliar Terkena Pajak 35 Persen

Tahun 2020, PBB-P2 melebihi target yang sudah direncanakan sebesar Rp 7 miliar, sedangkan realisasinya mencapai Rp 11 miliar. “Lebih Rp 4 miliar dari yang sudah kita targetkan,” kata Riany, Rabu (13/10). Dijelaskan Riany untuk tahun 2021 targetnya sekitar Rp 15 miliar dan hingga saat ini baru terealisasi sekitar Rp 7,8 miliar.

Meskipun mendekati akhir tahun, Riany mengaku yakin dengan target PBB-P2 pada 2021 ini akan tercapai, karena Pemko Tanjungpinang sudah membuat program penghapusan denda PBB-P2

Menurut Riany, penghapusan denda PBB-P2 itu berdasarkan Peraturan wali kota (Perwako) nomor 59 tahun 2021, tentang penghapusan administrasi PBB-P2 periode 1995 sampai dengan 2021. Program tersebut berlaku sejak 23 Agustus 2021 hingga 31 Desember 2021 mendatang.

“Dengan program ini banyak wajib pajak yang bayar PBB-P2. Sekarang saja sudah terlihat antusias yang bayar daripada sebelumnya,” paparnya.

Wajib Pajak (WP), sebut Riany harus membayar pokok pajak tahun 2021 dan membayar pokok pajak yang mau dihapus dendanya. “WP bisa memilih tahun yang mana dulu tunggakan yang akan dibayar, dimulai dari 1995,” paparnya.

Program penghapusan denda itu dalam rangka memberikan relaksasi perpajakan kepada masyarakat di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini. “Pembayaran PBB-P2 ini bukan hanya bisa dilakukan di kantor BPPRD, melainkan juga bisa melalui via online,” tambahnya. (*)

Reporter : Peri Irawan
editor: tunggul