Nasional

Untuk Kepentingan Umrah, Pemerintah Sinkronkan Data dengan Saudi

Ilustrasi pelaksanaan tawaf dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dalam ibadah umrah di tanah suci beberapa waktu lalu. (Istimewa)

batampos.id – Persiapan teknis penyelenggaraan umrah di masa pandemi terus dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Khususnya terkait skema akses data jamaah umrah pada aplikasi PeduliLindungi, agar dapat dibaca oleh otoritas Pemerintah Kerajaan Arab Saudi saat penyelenggaraan ibadah umrah nanti.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Nur Arifin mengatakan, kesiapan itu utamanya pada aspek akses data dan penggunaan aplikasi. Sebab, teknis penyelenggaraan umrah di masa pandemi banyak memanfaatkan layanan sistem informasi.

“Alhamdulillah, hari ini kita sampai pada kesepakatan, Kemenkes setuju untuk membuka data pada aplikasi PeduliLindungi dalam rangka mendukung penyelenggaraan ibadah umrah,” ungkap dia, Rabu (13/10).

“Kemenkes akan menyediakan fasilitas website tertentu bagi publik untuk dapat mengakses data sertifikat vaksin dalam aplikasi PeduliLindungi, saat QR Code dilakukan scanning,” sambung dia.

Terdapat dua skema alternatif perihal skema data, pertama adalah alternatif QR Code dicetak manual dan dibawa masing-masing jamaah. Kedua, QR code dimasukkan dalam aplikasi Siskopatuh dan akan dicetak pada kartu identitas jamaah umrah.

Kedua alternatif dilakukan untuk memudahkan pembacaan data saat di-scan oleh otoritas Arab Saudi saat kedatangan di bandara Arab Saudi.

“Dua skema ini akan kita matangkan untuk bisa memberikan layanan terbaik kepada jamaah dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemi ini,” tambah Nur.

Saat ini, Kemenkes juga tengah berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi terkait integrasi data PeduliLindungi dengan aplikasi Tawakalna. (*)

Sumber : JP Group
Editor : Jamil Qasim