Metropolis

2 Kg Sabu Masuk Batam lewat Pelabuhan Tikus

 

batampos.id – Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang mengungkap sindikat narkotika jenis sabu. Dalam kasus ini, polisi mengamankan dua orang tersangka dan barang bukti sebanyak 2,08 kilogram sabu.

Tersangka yang diamankan yakni Hasanudin, 48, sebagai bandar, dan Wahab, 47, sebagai kurir atau pencari calon pembeli. Keduanya ditangkap di kediamannya di wilayah Tanjungbuntung, Bengkong pada Jumat (8/10) lalu.

F. Yofi Yuhendri/Batam Pos
Bandar dan kurir narkotika dengan barang bukti 2,08 kilogram sabu, digiring polisi di Mapolresta Barelang, Rabu (13/10).

”Tersangka ini kami amankan berdasarkan informasi dari masyarakat tentang adanya aktivitas yang mencurigakan,” ujar Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Lulik Febyantara, di Mapolresta Barelang, Rabu (13/10) pagi.

Lulik menjelaskan, barang haram tersebut berasal dari Malaysia dan diselundupkan ke Batam melalui pelabuhan tikus di kawasan Tanjungbuntung, Bengkong.

”Di Batam barang itu (sabu) dipegang oleh tersangka H untuk diedarkan,” kata Lulik.

Dari pengakuan H, sabu tersebut merupakan milik seorang pria di Malaysia berinisial V. Dan V menugaskan pria berinisial F untuk membawa barang haram tersebut menuju pelabuhan tikus di Tanjungbuntung, Bengkong.

”Kemudian H (Hasanudin) menugaskan W (Wahab) untuk mencari calon pembeli dengan upah Rp 5 juta. Jadi, jika ada pembeli baru, tersangka H ini memesan ke Malaysia,” ungkap Lulik.

Lulik menambahkan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap F dan V tersebut. Selain sabu, polisi turut mengamankan barang bukti berupa 1 unit mobil, 1 unit motor, dan uang tunai Rp 5 juta.

”Terkait penyelundupan di pelabuhan ini, kami akan terus meningkatkan pengawasan. Kami juga meminta kerja samanya kepada masyarakat untuk memberikan informasi jika ditemukan aktivitas ilegal,” katanya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 jo 112 jo 132 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dan terancam hukuman 20 tahun penjara, seumur hidup atau hukuman mati. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri