Nasional

ASN Dilarang Bepergian dan Cuti

Hari Libur Maulid Nabi Muhammad SAW

Ilustrasi. Pegawai Dinas Parawisata Kota Batam melakukan aktivitas kerja, Selasa (13/7). ASN maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dilarang cuti pada hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Selain itu, mereka juga dilarang bepergian. (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Aparatur sipil negara (ASN), baik pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dilarang cuti pada hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Selain itu, mereka juga dilarang bepergian.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) dalam keterangan resminya, kemarin (13/10). Larangan ini diatur dalam SE MenPANRB nomor 13 tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Cuti bagi Pegawai ASN Selama Hari Libur Nasional Tahun 2021 dalam Masa Pandemi Covid-19.

Dalam SE tersebut, ASN dilarang cuti dan bepergian keluar daerah selama hari libur nasional 2021. Termasuk, pada hari-hari kerja lainnya pada minggu yang sama dengan hari libur nasional tersebut, baik sebelum maupun sesudah hari libur nasional.

”Pemerintah telah menggeser hari libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi 20 Oktober 2021. Berdasarkan SE tersebut, ASN dilarang bepergian dan cuti selama 18-22 Oktober 2021,” paparnya.

Tjahjo pun meminta agar pejabat pembina kepegawaian (PPK) pada kementerian/lembaga/daerah tidak memberikan cuti pada pegawainya di hari-hari tersebut. Kecuali ada alasan khusus dan mendesak. Misalnya, cuti melahirkan, cuti sakit, atau cuti alasan penting lainnya.

PPK juga diharuskan untuk melakukan pengawasan atas penerapan SE tersebut. Apabila ada ASN yang melanggar, PPK diminta memberikan hukuman disiplin sesuai dengan PP nomor 49 tahun 2018 tentang manajemen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja dan PP nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil. PPK juga wajib melaporkan pada menteri melalui http://s.id/laranganbepergianASN paling lambat tiga hari kerja sejak hari libur nasional.

Dia berharap, ASN bisa menjadi teladan dalam penerapan protokol kesehatan dan 5M selama masa pandemi COvid-19. Termasuk juga para keluarganya.

Sementara itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis menyoroti kebijakan pemerintah menggeser libur nasional dalam rangka Maulid Nabi Muhammad. Seperti diketahui Maulid Nabi Muhammad jatuh pada 19 Oktober. Tetapi pemerintah menggeser libur nasionalnya menjadi 20 Oktober.

Alasannya adalah pemerintah mencegah adanya long weekend. Seperti diketahui 19 Oktober jatuh pada hari Selasa. Ini dikhawatirkan membuat masyarakat libur panjang sejak hari Jumat pekan sebelumnya. Sehingga akhirnya libur Maulid Nabi digeser ke hari Rabu.

Lebih lanjut Cholil mengatakan dirinya masih berharap libur nasional Maulid Nabi Muhammad tidak digeser. Menurut dia menggeser libur nasional tersebut sudah tidak relevan dengan situasi saat ini. ’’Seperti diketahui si tuasi sekarang semua kegiatan dan mobilitas masyarakat mulai normal,’’ katanya.

Dia mengatakan pergeseran libur nasional Maulid Nabi Muhammad menjadi hari Rabu, malah bisa membuat orang libur panjang. Dia menegaskan ketika kondisi daruratnya sudah tidak ada, maka kondisinya sudah berubah ke asalnya. Dia menegaskan bagi umat Islam libur itu bukan bagian dari hukum halal dan haram. ’’Masyarakat bisa libur lebih panjang. Tanggal 19 libur dan tanggal 20 libur lagi,’’ katanya.

Cholil mengatakan Covid-19 di Indonesia saa tini mulai reda. Hajatan nasional juga sudah mulai digelar kembali. Keputusan menggeser libur seperti tadi, menurut dia tidak diadaptasi dengan kondisi terkini. Menurut dia kebijakan libur nasional sebaiknya disesuaikan pada waktunya supaya umat beragama dapat merayakan acara keagamannya. (*)

Reporter: JP GROUP
Editor: GALIH ADI SAPUTRO