Covid-19

Enam Kecamatan di Batam Nol Kasus Covid-19

PMI Masuk Batam Kembali Membeludak, 1.044 Orang Dikarantina

Data terkini Covid-19 Kota Batam. (https://lawancorona.batam.go.id/)

batampos.id – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Batam mengumumkan bahwa ada enam kecamatan di Batam yang kini berstatus zona hijau atau bebas dari kasus Covid-19. Keenam kecamatan ini adalah; Sekupang, Bulang, Galang, Batuampar, Seibeduk, dan Belakangpadang. Sementara sisanya enam kecamatan lainnya masih berstatus zona kuning dengan jumlah kasus aktif berkisar antara dua sampai delapan kasus.

”Benar, sudah ada enam kecamatan di Batam zona hijau atau nol kasus aktif,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Covid -19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, Rabu (13/10).

Kasus aktif tertinggi masih berada di Kecamatan Batuaji dengan delapan orang. Sedangkan kecamatan lainnya seperti Batam Kota empat kasus. Nongsa, Bengkong, Sagulung, dan Lubukbaja masing-masing dua kasus. ”Jumlah keseluruhan kasus aktif saat ini tinggtal 20 kasus,” sebut Didi.

Bila melihat data per kelurahan, sebanyak 52 kelurahan dari 64 kelurahan di Batam zona hijau atau nol kasus. Sedangkan sisanya 12 kelurahan lainnya berzona kuning.

Adapun 14 kelurahan berzona kuning itu adalah, Taman Baloi, Belian, Sungai Langkai, Sungai Binti, Bukit Tempayang, Buliang, Kibing, Batu Besar, Kabil, Lubukbaja Kota, Tanjunguma, dan Bengkong Sadai.

Sepanjang 24 jam terakhir terdapat penambahan tiga orang positif Covid-19 yang sembuh, dengan jumlah keseluruhan pasien sembuh sebanyak 24.952 orang. Sementara itu terdapat penambahan pasien baru satu orang dengan jumlah keseluruhan 25.810 pasien, dan 838 pasien meninggal. ”Hari ini ada tambahan empat pasien sembuh, satu pasien baru dan pasien yang meninggal nol,” tambahnya.

Adapun 20 kasus aktif itu saat ini sebanyak satu orang dirawat di Asrama Haji Batam, 11 orang isolasi mandiri dan delapan orang dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19.

Didi menuturkan, capaian vaksinasi di Batam juga terus meningkat, yakni dosis pertama total sudah mencapai 757.365 orang, atau 83,47 persen. Kemudian dosis kedua sudah sebanyak 542.960 orang atau 59,84 persen.

Sementara itu, meski kasus aktif Covid-19 di Batam sisa 20 orang, namun waspada tingkat tinggi harus tetap dilakukan. Pasalnya, Batam pintu masuk Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya dari Malaysia dan Singapura yang kasus covid-nya meningkat tajam.

Apalagi dalam beberapa hari ini, jumlah PMI yang masuk lewat Batam kembali membeludak. Buktinya, lokasi karantina Rusunawa BP dan Pemko Batam di Tanjunguncang kini menampung 1.044 orang per Rabu (13/10). Jumlah ini meningkat drastis dari bulan-bulan sebelumnya yang sempat bertahan di angka 500 hingg 600 PMI dalam sepekan.

Membeludaknya PMI ini karena adanya peningkatan jumlah kepulangan PMI ke tanah air sejak akhir pekan lalu. Ada yang dari Malaysia dan ada juga dari Singapura. Mereka semua sudah menjalani swab pertama di pelabuhan dan hasilnya ada empat orang yang terkonformasi positif. Empat PMI tersebut kini sudah dirawat di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang.

”Iya, jumlah PMI kembali meningkat. Semua tim yang betugas untuk penanganan Covid-19 ini semakin ketat untuk menangani dan mengawasi mereka. Mereka harus benar-benar steril sebelum dikembalikan ke daerah asal,” ujar dr Anggitha, petugas medis yang menangani kesehatan para PMI di rusunawa.

Peningkatan pengawasan dan penanganan PMI ini agar tak ada lagi Covid-19 yang masuk ke tanah air melalui klaster PMI ini. Pemerintah berkomitmen untuk terus menekan perkembangan wabah ini dengan berbagai kebijakan yang sedang diterapkan.

* Pemprov Dorong Vaksinasi Sistem Jemput Bola

Di tempat terpisah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri mendorong Dinas Kesehatan di kota dan kabupaten di Kepri, melaksanakan vaksinasi di daerah pinggiran dengan sistem jemput bola. Cara ini diyakini dapat menggesa terlaksananya vaksinasi 100 persen di Kepulauan Riau.

”Tapi kembali lagi, tergantung kebijakan masing-masing yang diambil setiap kota atau kabupaten,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kepri, M Bisri, Rabu (13/10).

Strategi khusus ini, kata Bisri, bisa dilaksanakan karena dengan melaksanakan vaksinasi di daerah pinggiran, dapat mencapai masyarakat yang belum mendapatkan vaksin sama sekali. Sekaligus memudahkan akses masyarakat untuk mendapatkan vaksin.

”Jadi begini, tergantung sasarannya. Kalau sasarannya banyak, dikumpulkan saja. Tapi jika sedikit, didatangi dengan jemput bola,” imbuhnya.

Strategi jemput bola ini bisa dilaksanakan di pulau-pulau terluar di Kepri. Namun, bisa juga dikumpulkan di satu pulau, lalu dilaksanakan vaksinasi di tempat itu. ”Kami mendorong kota dan kabupaten untuk segera mengejar sisa target vaksin. Bisa dikumpulkan perkelurahan atau perpulau,” ujarnya.

Bisri mengatakan, untuk mencapai vaksinasi 100 persen, membutuhkan usaha lebih keras lagi. Karena sasaran yang akan dicapai berada di lokasi yang sulit dijangkau atau memiliki sifat yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah. ”Memang ada karena letak geografis atau orangnya memang sedari awal tidak mau divaksin,” sebutnya.

Ia mengaku, kerja para tenaga kesehatan akan semakin berat demi mencapai vaksinasi 100 persen. ”Saya harap masyarakat dapat membantu, cukup datang ke pusat vaksinasi. Percayalah vaksin ini memberikan dampak positif, baik secara kesehatan dan ekonomi,” ucapnya.

Saat ini capaian vaksinasi dosis pertama di Kepri sudah mencapai 1,3 juta orang. Masih tersisa sebanyak 232 ribu orang lagi yang belum mendapatkan vaksin sama sekali. Lalu, sebanyak 933.694 orang mendapatkan vaksinasi dosis kedua, dan tersisa sebanyak 600 ribuan orang belum mendapatkan vaksinasi dosis kedua.

Rerata vaksinasi kota dan kabupaten di Kepri sudah diatas 75 persen, bahkan sudah ada yang mencapai 84 persen seperti Tanjungpinang, Batam, dan Natuna. (*)

Reporter : RENGGA YULIANDRA
EUSEBIUS SARA
FISKA JUANDA
Editor : MOHAMMAD TAHANG