Lingga

Kades Limbung, Lingga jadi Tersangka Korupsi

AM (Mantan Kepala Desa Limbung) KMZ (Kaur Keuangan Desa Limbung) sebagai Tersangka Tindak Pidana Korupsi Anggaran Desa Limbung tahun 2020.

batampos.id- Satuan Reskrim Polres Lingga menetapkan mantan Kepala Desa Limbung atas nama AM dan Kaur Keuangan Desa Limbung atas nama KMZ jadi tersangka korupsi anggaran desa Limbung tahun 2020 Kecamatan Lingga Utara Kabupaten Lingga.

BACA JUGA: Bupati Lingga Sampaikan Usulan Prioritas Pembangunan Lingga ke MCC Compact 2 Bapennas

Menurut Kasat Reskrim AKP Adi Kuasa Tarigan, berdasarkan penyidikan dengan melakukan pemeriksaan 50 saksi dan melakukan penyitaan beberapa dokumen Anggaran Desa Limbung tahun anggaran 2020, Satreskrim menetapkan AM (Mantan Kepala Desa Limbung) KMZ (Kaur Keuangan Desa Limbung) sebagai tersangka korupsi .

“Penyidik juga telah melakukan koordinasi dengan APIP (Inspektorat Kab.Lingga) dalam rangka Audit Investigasi Kerugian Keuangan Negara dan berdasarkan Audit tersebut didapat Kerugian Keuangan Desa sejumlah Rp 674.706.800,” tutur Adi, Rabu (13/10/2021).

Kata Adi, kerugian negara Rp 674 juta tersebut didapat dari Sisa Anggaran tahun 2020 dengan perinciannya yaitu tidak dapat dipertangungjawabkan penggunaannya sejumlah Rp 210 juta, kegiatan pembangunan fisik yang penggunaannya tidak wajar sejumlah Rp 420 juta, insentif/honor guru TPA/PAUD/Kader Posyandu/ Insentif RT/RW yang tidak dibayarkan namun anggaran telah dicairkan sejumlah Rp 28,7 juta, Insentif kegiatan Keagamaan yang tidak dibayarkan namun anggaran telah dicairkan sejumlah Rp 10,5 juta dan terakhir kegiatan fiktif sejumlah Rp 4,8 juta,” ungkap Kasat.

Lanjut, Kasat Reskrim AKP Adi Kuasa Tarigan mengatakan saat ini tersangka dilakukan penahanan serta tim penyidik melakukan  asset tracing dari para tersangka guna melakukan pemulihan kerugian keuangan Negara cq Desa. ”

Terhadap Tersangka AM dan Tersangka KMZ dijerat dengan ketentuan Pasal 2 ayat (1) atau pasal 3  UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dengan UU RI No 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHPidan dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara,” ucapnya. (*)

Reporter: Maliki
editor: tunggul