Ekonomi & Bisnis

Sampah Makanan 184 Kg Setahun Setara Kasih Makan Ratusan Juta Orang 

ILUSTRASI: Seorang pemulung mengumpulkan sampah plastik dan kardus di Batuampar, Sabtu 18 September 2021. Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos.id – Sampah makanan masyarakat Indonesia ternyata sangat banyak. Angkanya bahkan terus meningkat sejak periode 2000 hingga 2019.

Berdasarkan penelitian dari Waste4Change, pada 2019 jumlah sampah makanan orang Indonesia mencapai 184 kilogram per orang per tahun. Meningkat dari 150 kilogram per orang per tahun pada 2000.

Direktur Lingkungan Hidup Bappenas Medrilzam mengungkapkan, sampah makanan bukan hanya berasal dari sisa setiap kali makan yang terbuang atau disebut juga food waste. Sampah makanan juga makanan yang masuk kategori food loss yang berasal dari industri makanan.

“Bisa dibilang, sekitar setengah kilo per hari kita buang makanan,” ujar Medrilzam dalam webinar ‘Indonesia Mubadzir Pangan, Kok Bisa?‘ dalam LCDC Week 2021, Selasa (12/10).

Medrilzam memaparkan, temuan sampah makanan sebanyak 184 kilogram tersebut termasuk perhitungan gabungan antara food loss dan food waste. Selain itu, Medrilzam juga mengungkapkan, hasil penelitian tersebut juga menemukan adanya pergesaran jumlah antara food loss dan food waste. Hal itu kemungkinan karena adanya intervensi teknologi sehingga proses produksi jadi lebih efisien.

“Tapi malahan jadi food waste-nya besar. Mungkin ini juga Tapi perilaku masyarakat kita kalau makan belum berubah, jadi lumayan tinggi food waste,” tuturnya.

Medrilzam mengungkapkan, secara ekonomi ada kerugian dari jumlah sampah makanan. Bahkan, angkanya mencapai 4-5 persen PDB (produk domestik bruto) Indonesia. Jumlah itu setara dengan memberi makan yang membutuhkan hingga ratusan juta orang.

BACA JUGA: Ambil Secukupnya, Masak Secukupnya, Jadi Tak Ada Sampah Makanan

“184 kilogram itu kalau kita beri makan ke orang yang menbutuhkan, bisa mencapai 61-125 juta orang,” imbuhnya.

Ia menyebut, dari besaran jumlah tersebut sebenarnya cukup untuk mengurangi kemiskinan, kelaparan, hingga stunting pada masyarakat. Di samping itu, sampah makanan yang menumpuk juga akan mencemari lingkungan.

Pencemaran lingkungan yang berasal dari sampah terkait dengan emisi gas rumah kaca, di mana tumpukan sampah makanan sejak 2000 hingga 2019 itu bisa mencapai hampir 1,7 juta ton emisi gas.

“Ini signifikan tapi bagaimana pun ini sumber inefisiensi, dan jelas ini tentunya sangat merugikan,” pungkasnya. (*)

Reporter: JPG Group
Editor: Suprizal Tanjung