headline

Travel Bublle Kepri Tetap Jalan

Tinggal Tunggu Instruksi Pusat, meski Batam Minta Ditunda

Kadis Parawisata Buralimar. (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri tetap akan melanjutkan kebijakan travel bubble, meskipun Pemerintah Kota (Pemko) Batam meminta kebijakan tersebut ditunda.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri, Buralimar, mengatakan, saat ini Pemprov Kepri tinggal menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah pusat. “Kami menghormati keinginan Wali Kota Batam yang meminta travel bubble di Batam ditunda sementara. Langkah ini adalah untuk menghindari terjadinya penyebaran Covid-19 gelombang ketiga,” ujar Buralimar, Rabu (13/10) di Tanjungpinang.

Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Provinsi Kepri tersebut mengatakan, Provinsi Kepri sudah sangat siap, baik itu menyambut wisatawan mancanegara maupun wisatawan Nusantara.

Menurutnya, untuk menggairahkan kembali dunia pariwisata Provinsi Kepri, Pemprov Kepri akan meminta beberapa kemudahan ke pemerintah pusat.

“Bicara insentif pariwisata tentunya tidak semata soal anggaran, tetapi lewat kebijakan-kebijakan strategis juga bagian dari perhatian. Keinginan kita bagi wisman yang sudah vaksin hendaknya bebas karantina ketika berkunjung ke Kepri. Sedangkan untuk domestik juga bebas PCR bagi yang sudah vaksin,” jelas Buralimar.

Disebutkannya, dari pembicaraan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dengan Menteri Pariwisata (Menpar), Sandiaga Uno, kabar baik untuk Provinsi Kepri akan disampaikan beberapa hari ke depan.

Lebih lanjut Buralimar mengatakan, Provinsi Kepri saat ini sudah mendekati fase new normal. Apalagi, mengingat pemerintah pusat sudah menetapkan Kepri berada di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1. “Capaian vaksinasi juga terus menjanjikan di Provinsi Kepri. Karena untuk dosis pertama sudah mencapai pada angka 85 persen,” jelasnya.

Ditanya apakah sudah ada konfirmasi wisatawan mancanegara akan berkunjung ke Provinsi Kepri setelah ada kebijakan membuka pintu wisman dari luar negeri? Mengenai hal itu, Buralimar mengatakan belum ada. Ia berharap dengan adanya penyampaian resmi hari ini memberikan kabar baik untuk Provinsi Kepri.

“Kepri sebagai daerah pariwisata tentu sangat berharap aktivitas wisata bagi wisnus dan wisman dibuka. Karena banyak yang bergantung dengan aktivitas wisata, mulai dari pelaku wisata sampai kelompok-kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah,” terang Buralimar.

Legislator Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua, mengatakan, ia sangat mendukung akan dibukanya akses dari luar negeri ke Indonesia, Provinsi Kepri khususnya. Ia berharap ini menjadi titik tolak bangkitnya pariwisata di Provinsi Kepri.

Namun, ada beberapa persoalan yang harus disikapi, Provinsi Kepri sangat bergantung dengan kunjungan wisman dari Singapura dan Malaysia. Namun, kebijakan yang akan buka hari ini belum memasukkan kedua negara tersebut dalam daftar.

“Tak bisa dinafikan, pariwisata Provinsi Kepri sangat bergantung dengan Singapura dan Malaysia. Tentu menjadi salah satu persoalan yang harus disikapi oleh pemerintah pusat,” ujar Rudy Chua di Tanjungpinang, kemarin.

Lebih lanjut, katanya, masih terjadi pro dan kontra terkait kebijakan travel bubble di Batam dan Bintan. Karena masih ada kekhawatiran yang berlebihan. Namun, kenyataan yang harus dipahami adalah Covid-19 tidak ada jaminan hilang. Artinya, yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kewaspadaan.

“Saat ini angka pengangguran tingggi, banyak tempat usaha tutup, termasuk hotel-hotel. Apabila kekhawatiran terus menerus, maka kondisi tidak akan pulih,” jelas Rudy.

Rudy mengatakan, poin yang ketiga adalah meminta pemerintah pusat untuk meninjau kembali kebijakan terkait karantina bagi wisman. Karena rata-rata wisman yang berkunjung ke Provinsi Kepri paling lama adalah tiga hari.

“Perlu ada perubahan regulasi, karena syaratnya adalah bagi yang sudah vaksin. Dengan adanya kebijakan karantina ini juga akan menjadi faktor penghambat orang untuk datang berkunjung,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan rekapitulasi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, kunjungan wisman ke Provinsi Kepri selama priode Januari-Agustus 2021 tercatat sebanyak 1.972 kunjungan. Angka tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

“Secara kumulatif Januari-Agustus 2021, jumlah kunjungan wisman ke Kepri mencapai 1.972 kunjungan atau turun 99,51 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” ujar Kepala BPS Provinsi Kepri, Agus Sudibyo, Sabtu (2/10) lalu.

Selama Agustus 2021 sebanyak 165 kunjungan atau mengalami kenaikan 2,48 persen dibanding kunjungan wisman selama Juli 2021 yang mencapai 161 kunjungan. Namun jika dibanding Agustus 2020, jumlah kunjungan wisman turun sebesar 53,26 persen sebagai akibat masih merebaknya wabah Covid-19. Sehingga berdampak pada sektor industri pariwisata di Kepri.

Menurutnya, kenaikan jumlah kunjungan wisman selama Agustus 2021 sebagai akibat naiknya jumlah kunjungan wisman yang berasal dari satu pintu masuk utama yang ada di Kepri, yaitu Kota Batam sebesar 2,48 persen. Sedangkan Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, dan Kabupaten Karimun tidak terdapat kunjungan wisman.

Lebih lanjut, kata Agus, jumlah kunjungan wisman terbanyak pada bulan Januari hingga Agustus 2021 menurut pintu masuk, yaitu di Kota Batam sebanyak 1.802 kunjungan (91,38 persen), Kabupaten Bintan sebanyak 155 kunjungan (7,86 persen), dan Kabupaten Karimun sebanyak 15 kunjungan (0,76 persen). Sedangkan Kota Tanjungpinang tidak terdapat kunjungan wisman.

Sementara itu, wisman berkebangsaan Singapura merupakan wisman yang paling banyak berkunjung ke Kepri pada periode Januari hingga Agustus 2021. Menurutnya, wisman berkebangsaan Singapura ini mendominasi sebesar 11,66 persen dari total seluruh kunjungan wisman yang masuk ke Kepri.

“Selama bulan Januari sampai dengan Agustus 2021, kunjungan wisman berkebangsaan Singapura tercatat sebanyak 230 kunjungan,” sebutnya.

Jumlah kunjungan terbanyak yang kedua adalah wisman berkebangsaan Malaysia sebesar 96 kunjungan atau 4,87 persen dari total kunjungan ke Kepri. Kunjungan terbanyak ketiga adalah wisman berkebangsaan India, yaitu sebanyak 21 kunjungan atau 1,06 persen dari total kunjungan ke Kepri.

Secara berturut-turut, jumlah kunjungan terbanyak setelah wisman berkebangsaan Singapura, Malaysia, dan India pada rentang bulan Januari hingga Agustus 2021 adalah Australia (0,86 persen), Tiongkok (0,81 persen), Filipina (0,81 persen), Inggris (0,76 persen), Rusia (0,66 persen), Amerika Serikat (0,25 persen), dan Jepang (0,25 persen).

”Kontribusi dari wisman sepuluh negara tersebut yaitu 22,01 persen dari total seluruh kunjungan wisman selama bulan Januari-Agustus 2021,” tutup Agus.

Batam Tunggu Instruksi Menteri Pariwisata

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan, Pemko Batam belum membuka pintu pariwisata bagi wisatawan asing pada 14 Oktober ini karena belum ada surat perintah resmi dari Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan.

”Pintu pariwisata Batam belum kita buka karena masih menunggu informasi resmi dari kementerian. Kalau pun ada kota lain yang buka, mungkin karena sudah ada informasi resmi, jadi beda-beda,” kata Ardi kepada Batam Pos, kemarin (13/10).

Dikatakannya, Kota Batam juga tengah berbenah dalam hal apapun, sebagai persiapan jika nantinya pintu pariwisata untuk orang asing sudah dibuka. Berbenah yang dimaksud Ardi, mulai dari adanya pembangunan infraktruktur baru, seperti perbaikan jalan dan lainnya. ”Saat ini Pemko Batam juga banyak berbenah untuk infrastruktur, dengan tujuan mempercantik dan membuat nyaman Kota Batam,” terangnya.

Selain itu, Kota Batam juga tengah membentuk kekebalan komunal dengan mempercepat vaksinasi dan memperketat protokol kesehatan. Tujuannya, agar angka Covid-19 di Batam tidak ada lagi, karena masyarakat sudah memiliki kekebalan tubuh dari Covid-19. ”Jadi, persiapan menyambut wisman ini juga dengan vaksinasi dan protkes. Membentuk kekebalan komunal di masa pandemi ini,” tegas Ardi.

Karena itu, ia berharap masyarakat Kota Batam bisa tetap mematuhi protkes dan mendukung program percepatan vaksinasi. Sehingga ekonomi Batam bisa segera bangkit lagi seperti sebelum pandemi melanda. ”Pariwisata bangkit, tentunya ekonomi juga bangkit. Jadi, mari kita semua bekerja sama memutus mata rantai penyebaran covid,” terangnya.

Menurut Ardi, saat pintu wisman nantinya dibuka, Kota Batam sudah sangat siap. Karena sudah berbenah dan telah memiliki kekuatan komunal sehingga meminimalisir penyebaran Covid-19. ”Sebenarnya saat ini Batam sudah siap, namun belum adanya informasi pasti, Kota Batam bisa mempersiapkan penyambutan wisman lebih baik lagi,” pungkas Ardi. (*)

Reporter : JAILANI
YASHINTA
Editor : MOHAMMAD TAHANG