Nasional

Asing Sudah Bisa Produksi Film di Batam

Kemenkumham Permudah Pengurusan Visa Kru Film

Kru Nongsa Digital Park menggarap film animasi, beberapa waktu lalu. Kini, produsen film internasional sudah bisa membuat film di Batam. (Chahaya Simanjuntak/Batam Pos)

batampos.id – Produsen film internasional kini sudah bisa masuk ke Kepri maupun wilayah lainnya di Indonesia untuk pembuatan film. Pemerintah memberi laluan pada para kru film asing supaya leluasa berproduksi di tanah air.

Laluan itu tertuang dalam regulasi yang dikeluarkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) berupa Keputusan Menteri (Kepmen) No. M.HH-02.GR.01.05/2021 tentang Jenis Kegiatan Orang Asing dalam Rangka Pemberian Visa Selama Penanganan Penyebaran Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

”Berdasarkan aturan terbaru tersebut, warga asing kini sudah diperbolehkan untuk berkunjung ke Indonesia dalam rangka wisata, pembuatan film, hingga mengikuti pendidikan,” ujar Kepala Bidang Teknologi dan Informasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Tessa Harumdila, Kamis (14/10).

Tessa menjelaskan, untuk warga asing yang berkegiatan wisata dan pembuatan film sebagai jenis kegiatan visa kunjungan dengan indeks visa B211A.
Kemudian, melakukan kegiatan dalam rangka pembuatan

film yang bersifat komersial dan telah mendapat izin dari instansi yang berwenang sebagai jenis kegiatan visa tinggal terbatas dengan indeks visa C312.
”Warga asing juga sudah diperbolehkan mengikuti pendidikan sebagai jenis kegiatan visa tinggal terbatas dengan indeks visa C316,” sebut Tessa.

Tessa menyebutkan, aturan terbaru tersebut mulai berlaku 13 Oktober 2021. Tujuannya, dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional di bidang wisata, perfilman, dan penyelenggaraan pendidikan.

Aturan terbaru tersebut sekaligus mengubah Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-02.GR.01.05 Tahun 2021 tentang jenis kegiatan orang asing dalam rangka pemberian visa selama masa penanganan penyebaran Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, yang sebelumnya. ”Jadi untuk saat ini sudah bisa mengajukan visa via online,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk persyaratan dari pengajuan visa ini sudah tertuang dalam visa online. Sementara untuk penerbitan visa juga dilakukan secara online yang dikirimkan melalui e-mail penjamin dan warga asing. ”Pengajuan awalnya ke visa online dan itu ada website Ditjen Imigrasi. Semuanya pengajuan via visa online,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Ismoyo, mengatakan, kebijakan ini merupakan perwujudan dukungan Keimigrasian dalam fungsi fasilitator pembangunan ekonomi.

Selaras dengan kebijakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2021 tentang KEK yang melaksanakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, tentunya ini menjadi kebaikan dan kesempatan bagi Batam dalam menghidupkan kembali kegiatan wisata WNA secara bertahap sejalan dengan perkembangan angka Covid-19 yang menurun, serta dukungan daya saing industri perfilman di KEK.

”Visa untuk kunjungan wisata sudah ditetapkan kebijakannya. Dukungan industri perfilman makin didorong, dan ini baik buat Batam. Kita harapkan bagus buat masyarakat Batam dari sisi roda ekonomi tentunya,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, orang asing pemegang visa atau izin tinggal yang sah dan berlaku kini dapat masuk wilayah Indonesia melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) setelah memenuhi protokol kesehatan.

Sementara itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam Batam menyambut baik keputusan pemerintah yang baru saja memutuskan penambahan jenis kegiatan warga negara asing (WNA) dalam rangka pemberian visa, di bidang wisata, perfilman, dan pendidikan.

”Kami menyambut baik keputusan pemerintah ini dalam rangka upaya percepatan pemulihan ekonomi Batam, dengan mendorong kembali kegiatan berusaha dan merangsang sektor wisata yang selama ini seolah menjadi mati suri akibat dampak langsung pandemi Covid-19,” ujar Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, kemarin.

Menurutnya, ini merupakan momen yang amat baik untuk kembali menggeliatkan sektor-sektor penting, yang selama ini benar-benar menjadi mati suri akibat terjangan Covid-19. Tuty mengungkapkan, tugas BP Batam selama pemulihan ekonomi berlangsung adalah meningkatkan jumlah investasi asing ke Batam.
Selain memprioritaskan industri manufaktur sebagai fokus utama pengembangan Batam,

BP Batam juga fokus terhadap pengembangan infrastruktur dan wisata Batam itu sendiri. Terlebih kini Batam telah memiliki dua KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) yang strategis yakni KEK Batam Aero Technic (BAT) dan KEK Nongsa.

Sekadar mengingatkan, sebelum pandemi Covid-19 kembali mengganas di Batam, aktor kelas internasional yang masih sempat syuting film di Batam adalah Dev Patel. Aktor yang dikenal melalui film Slumdog Millionaire, Lion, dan Hotel Mumbai ini syuting di kawasan Nongsa.

Informasi yang diperoleh Batam Pos, proyek film Dev Patel yang syuting di Batam bertema mitologi makhluk Hanoman berjudul Monkey Man yang juga disutradarai Dev Patel. (*)

Reporter : EGGI IDRIANSYAH
RIFKI SETIAWAN
Editor : MOHAMMAD TAHANG