Metropolis

Kasus Pencurian Sepeda Motor Marak, Polisi Minta Warga lebih Waspada

batampos.id – Aksi pencurian kendaraan bermotor kembali marak dalam beberapa waktu terakhir. Beberapa pencuri motor, tak langsung menjual motor curiannya dalam wujud utuh. Melainkan dipreteli dan dijual dalam bentuk suku cadang, termasuk dijual ke media sosial atau secara daring.
Bahkan, di media sosial, suku cadang sepeda motor dijual dengan harga miring dengan alasan butuh dana dan sebagainya. Sehingga, orang yang melihat unggahan itu akan mudah tertarik untuk membelinya.

Polsek Batuaji menggelar ekspos kasus pencurian kendaraan bermotor di Mapolsek Batuaji, Selasa (7/9) lalu. Kasus pencurian kendaraan kemudian onderdilnya dipreteli kian marak, akhir-akhir ini.
F. Dalil Harahap/Batam Pos

Salah seorang korban pencurian sepeda motor, Padmi, mengaku sudah 3 tahun lebih kehilangan sepeda motor Honda Beat. Meskipun sudah melaporkan ke kantor polisi, namun sampai sekarang motor tersebut tak kunjung ditemukan.
”Sudah lama, waktu itu saya memancing di Dam Duriangkang, motor saya hilang. Padahal sudah dikunci ganda juga,” tuturnya, kemarin.
Bahkan, dari informasi yang

 

dia terima, sepeda motor curian itu dijual ke sejumlah pulau dalam bentuk pretelan dan tidak utuh lagi. Sehingga, ini tentu akan menyulitkan korban dalam mengidentifikasi motornya.
”Tanya kawan-kawan, katanya seperti itu dibawa ke pulau-pulau,” ujarnya.
Seperti yang diungkap Polsek Sekupang, beberapa waktu lalu. Seorang pria berinisial Z alias Tom, berhasil diringkus karena ketahuan mencuri sepeda motor. Bahkan, pelaku merupakan residivis tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di wilayah Sekupang. Sudah tiga kali dia beraksi dan sebanyak itu juga dia masuk jeruji besi.
Kapolsek Sekupang, Kompol Yudha Suryawardana, menjelaskan, Z alias TOM, merupakan residivis yang sudah tiga kali menjalani hukuman dengan kasus serupa yakni pencurian yang dulunya maling kecil-kecilan dan saat ini sudah naik level menjadi pencuri kendaraan bermotor.
Awal mulanya, aksi pelaku diketahui dari adanya rekaman CCTv di salah satu TKP di Tiban saat mencuri sepeda. Yudha menambahkan, penangkapan bermula saat tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Sekupang mendapatkan laporan dari masyarakat terkait maling yang sangat meresahkan masyarakat yang terjadi di kompleks perbengkelan Sei Harapan pada Selasa (5/10) pukul 12.00 WIB.
”Berbekal dari rekaman CCTv dari TKP yang berbeda dengan ciri pelaku yang sama, kemudian dilakukan penyelidikan untuk mencari keberadaan pelaku dan sekira pukul 22.00 WIB, pelaku berhasil ditangkap,” katanya.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sekupang Iptu Buhedi Sinaga tidak menampik motor curian ini banyak yang dijual ke pulau-pulau. ”Mungkin,” kata Buhedi singkat.
Sedangkan di Polsek Sagulung dan Batuaji, ada saja laporan kehilangan sepeda motor yang masuk dalam sehari. Lokasi kehilangan sepeda motor tidak saja di tempat keramaian, tapi juga di depan rumah yang juga disebabkan kelalaian sang pemilik.
Untuk menekan angka pencurian sepeda motor, polisi mengaku tetap bekerja maksimal dengan melakukan penyelidikan dan penangkapan. Seperti yang diungkap Polsek Batuaji belum lama ini, yang menangkap tiga remaja pencuri sepeda di Kelurahan Tanjunguncang, Batuaji.
Ketiganya mencuri saat korban sedang tak berada di rumah. Sepeda motor diparkir di teras rumah sehingga pelaku dengan leluasa mencungkil kunci kontak sepeda motor korban. Sepeda motor RX King itu dibongkar habis dan rencananya akan dijual secara eceran per item.
Kapolsek Sagulung, Iptu M Darma Ardiyaniki, mengatakan, banyak modus yang dilakukan maling motor.
”Selalu waspada, jangan pernah beri peluang sedikitpun. Perhatikan betul keamanannya sebelum ditinggalkan,” pesannya. (***)

 

Reporter : Rengga Yuliandra, EUSEBIUS SARA
Editor : RATNA IRTATIK