Zetizen

Katanya Tugas Kelompok, kok Pasif?

Batampos.id – SAAT mengerjakan tugas kelompok, ada aja teman yang malas atau nggak ikutan diskusi. Dari yang punya seribu alasan sampai yang mendadak hilang ditelan bumi. Kalau ada anggota kelompokmu yang seperti itu, coba lakukan tips berikut. Jangan pasrah aja menger­jakannya sendiri, itu tugas kelompok, bukan individu! (elv/c12/lai)

Komuni­kasi yang baik bakal bikin setiap anggota nyaman untuk menyampaikan pendapatnya. Kalau ada yang pasif, kamu bisa lebih intens mengajaknya berdiskusi dan tanyakan dengan jelas alasan dia nggak bisa aktif berkontribusi. Coba pancing temanmu untuk memberikan pendapat dan hargai sarannya. Perlahan-lahan dia akan merasa dihargai dan lebih semangat.

Setelah membagi tugas dengan jelas, kamu perlu menentukan deadline untuk setiap bagian. Hal itu bertujuan agar setiap anggota mengerjakan tugasnya tepat waktu dan lebih mudah untuk mengecek apakah masih ada bagian yang tertinggal. Kalau perlu, ingatkan setiap hari agar terngiang-ngiang di kepala teman kelompokmu, hehe.

Bersikap tegas dalam kelompok itu perlu, lho! Nggak perlu sungkan untuk mengingatkan sesama teman kelompok. Kalau sudah coba diskusi dan memberikan solusi untuk teman yang pasif, tetapi nggak ada perubahan, kamu bisa menegurnya. Jika perlu, ancam namanya nggak akan dicantumkan dalam tugas agar temanmu sadar sama tanggung jawabnya. Belum sadar juga? Coba teror lewat chat, call, atau datangi rumahnya biar dia notice, hehe.

Sebelum memulai kerja kelompok, kamu bisa bikin kesepakatan tentang konsekuensi kalau nggak mengerjakan tugas. Tujuannya, setiap anggota berkomitmen dan mau bekerja sama. Oh ya! Pastikan membagi tugas dengan jelas. Libatkan semua anggota agar setiap orang mengerti tanggung jawabnya. Kalau biasanya yang pasif dapat tugas remeh, kali ini coba berikan tugas yang penting agar dia nggak cuek lagi. Siapa tahu temanmu jadi termotivasi untuk memberikan yang terbaik.

Pilihlah waktu yang tepat agar semua anggota kelompok bisa hadir dalam kerja kelompok. Mungkin saja teman kelompokmu pasif karena sibuk kerja paro waktu, misalnya. So, tentukan jam kerja kelompok sesuai dengan kesepakatan bersama. Apalagi, sekarang kerja kelompok bisa dilakukan tanpa bertatap muka seperti mengerjakan di file yang sama secara daring.

Ketika memilih diam aja, sebenarnya bukan temanmu yang rugi. Justru kamu yang rugi karena nggak bisa mengem­bangkan kemampuan berpikir kritis dan analitik, berbicara di depan umum, serta belajar hal baru.

 

Bekerja sama dengan orang yang malas pastinya nggak menyenangkan. Kalau kamu pasif, temanmu akan enggan untuk mengerjakan tugas bersama lagi. Ini juga nggak baik kalau terdengar hingga ke teman lainnya.

Saat berdiskusi dan mem­berikan pendapat, kamu akan lebih paham dengan materi yang diajarkan. Ini juga jadi metode pembelajaran yang efektif. Sebab, kalau kehilangan kesempatan belajar karena pasif, kamu jadi harus belajar lebih giat saat ujian.

 

Percaya deh, berkurang satu orang itu berpengaruh dalam kinerja kelompok. Kalau mengerjakan tugasnya nggak maksimal, pastinya itu juga memengaruhi nilai kamu dan kelompokmu.

Kamu nggak bisa merasa bangga ketika tugas kelompokmu dapat pujian. Sebab, itu hasil kerja keras kelompokmu tanpa kontribusimu. Masih mau pasif saat mengerjakan tugas kelompok? (elv/c12/lai)

 

“Berkontribusi Yuk”

Reporter : Sonia Novi
Editor : Agnes Dhamayanti

SAAT memiliki tugas kelompok pastinya ada beberapa yang aktif dalam mengerjakan tugas dan ada juga yang pasif. Nah ! Suka kesal gak sih dengan adanya teman kita yang memiliki sifat pasif atau gak peduli ? seperti apa sih tanggapan anak millenial terkait tema ini? Yuk simak! (*)

F. Dok. Pribadi

Nadyalis Ta’mara Masajida
Universitas Negeri Malang
@nadyalissss

Berkontribusi dalam mengerjakan tugas kelompok itu sangat penting. Karena, kita dapat mengungkapkan ide yang kita miliki dan ide kita dapat menjadi bahan pertimbangan dalam tugas tersebut. Dan secara tidak langsung, kita juga dapat menambah teman karena keaktifan kita. (*)

 

F. Dok. Pribadi

Nabilla Septia Aryaputri
Politeknik Negeri Batam
@nabillaryaputri

Berkontribusi itu penting. Apalagi pemuda masa kini yang merupakan harapan masa depan, apalagi sebagai mahasiswa yang berperan aktif sebagai ”Agen of Change” yang artinya penggerak perubahan ke arah lebih baik. Karena itu harus menjadi tonggak terdepan untuk berkontribusi membangun dan memajukan bangsa di tengah arus globalisasi.

Berkontribusi dalam membangun bangsa tidak hanya dengan belajar yang giat untuk menciptakan bibit yang unggul, tetapi berkontribusi bisa loh dengan cara menuangkan ide dan keterampilan kreatif serta mencintai dan menjaga budaya bangsanya, ditambah lagi jika ide kreatif tersebut bisa menghasilkan sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat tentunya. Yuk berkontribusi membangun bangsa! Karena masa depan Indonesia ada di tangan kita. (*)\

F. Dok. Pribadi

Putri Maharani
Telkom University
@mhranni10

Menurut saya, peran pasif di dalam sebuah kelompok akan memberikan pengaruh negatif di suatu kelompok. Tidak sedikit dijumpai anak aktif berubah menjadi pasif karena pengaruh negatif tersebut. Hal tersebut didukung dengan teknologi yang membuat pekerjaan menjadi serba instan.

Maka dari itu, kita sebagai anak millenial harus mampu berkonstribusi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, karena peran serta dari setiap anggota akan memberikan hasil yang maksimal dan optimal.(*)