Metropolis

1.914 Anak Terpapar Covid-19

 

batampos.id – Data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Batam mencatat, secara kumulatif hingga 17 Oktober 2021, sebanyak 1.914 anak-anak di Batam terpapar Covid-19.

Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Covid -19 Batam, Didi Kusmarjadi, menyebutkan, persentase anak-anak terpapar Covid-19 tertinggi pada usia 12-16 tahun yaitu sebanyak 684 anak. Lalu, diikuti usia 6-11 tahun dengan jumlah 646 anak serta usia 0 sampai 5 tahun yakni sebanyak 584 anak.

Vaksinator menyuntikan vaksin kepada siswa SMP Negeri 38 Batam di Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (2/9). (Dalil Harahap/Batam Pos)

”Totalnya hingga sampai hari ini (kemarin) anak-anak terpapar Covid-19 berjumlah 1.914 orang,” ujarnya, Minggu (17/10).

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 per tanggal 17 Oktober 2021 memperlihatkan, sebanyak sembilan anak usia rentan yaitu 0-16 tahun, tercatat meninggal dunia.

Rinciannya, Persentase Angka Kematian Tertinggi (CFR) berada pada kelompok usia 0-5 tahun yakni sebanyak enam orang dan usia 6-11 tahun sebanyak tiga orang anak.

”Sedangkan usia 12-16 tahun nol kasus kematian,” tambah Didi.
Berbagai upaya pun terus dilakukan pemerintah daerah, salah satunya dengan memberikan vaksinasi Covid-19 bagi anak berusia sekolah. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk menekan angka kasus positif terhadap anak.

”Sampai saat ini sebanyak 94.323 anak atau 80,03 persen anak usia 12-17 tahun divaksin dosis pertama. Sedangkan pada dosis kedua 64.498 anak atau 61,36 persen,” jelas Didi.

Gelombang kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih tinggi di Kota Batam. Dalam sehari, kadang ratusan PMI kembali ke Tanah Air melalui Batam. Mereka harus melalui proses karantina di rusunawa Pemko dan BP Batam di Tanjunguncang selama delapan hingga 14 hari untuk memastikan kesehatannya. Jika bebas dari Covid-19, mereka baru diperbolehkan kembali ke daerah asalnya masing-masing.

Hingga kemarin, di lokasi karantina PMI di rusunawa menampung 929 PMI. Ini adalah PMI yang tiba dalam sepekan terakhir. Pekan-pekan sebelumnya, jumlahnya tidak jauh berbeda.

”Sepekan belakangan ini yang positif lumayan banyak. Jumat (15/10) kemarin ada 17 orang yang positif itu hasil gabungan swab pertama dan kedua. Hari ini (kemarin) ada 14 orang yang positif, itu baru swab pertama di pelabuhan,” ujar dr Anggitha, petugas medis yang menangani kesehatan para PMI di Rusunawa Tanjunguncang, kemarin.

Para PMI yang positif kemudian dibawa ke RSKI Galang. Sedangkan yang negatif, melanjutkan karantina di rusunawa.

Banyaknya PMI yang terkonformasi positif ini tentu menjadi perhatian serius Gugus Tugas penanganan Covid-19 di Kota Batam. Pemeriksaan dan pengawasan PMI diperketat agar tidak kebobolan. Sebelum masuk ke lokasi karantina, para PMI yang tiba di pelabuhan ataupun bandara, harus melalui serangkaian pemeriksaan medis hingga tes swab.

Di lokasi karantina, para PMI tidak diperkenankan berkeliaran ke luar lokasi karantina. Aktivitas mereka diawasi secara ketat tim gabungan.

”Pengawasan tetap berjalan maksimal karena ada tim pengamanan gabungan,” ujarnya.

Apindo Kembali Buka Pendaftaran Vaksinasi

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri dan Batam kembali membuka pendaftaran vaksinasi massal, Minggu (17/10). Vaksinasi ini memiliki dosis vaksin yang lengkap, yakni mulai Sinovac, Astrazeneca, Moderna dan Pfizer.

”Vaksinasi ini tanpa batas. Silahkan daftar dan pilih jenis vaksin. Karena tujuan kita ingin mencapai 100 persen vaksinasi bagi target masyarakat,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, Cahya, Minggu (17/10).

Untuk bisa mengikuti vaksinasi ini, masyarakat harus mendaftar di website yang beralamat di https://bit.ly/PendaftaranVaksinasiApindoKepri. Dalam tautan tersebut, terdapat pilihan jenis vaksin yakni Sinovac dosis 1 dan 2, AstraZeneca dosis 1 dan 2, Moderna dosis 1 dan 2, serta Pfizer.

Sementara itu, Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, mengatakan, sejauh ini Apindo membuka pendaftaran untuk melihat respons masyarakat dulu.

”Saat ini, pendaftar vaksin sudah sangat sedikit. Target kita kalau ada 10 ribu orang mendaftar, maka akan jalan. Tapi kalau hanya ratusan orang saja, maka akan diarahkan ke puskesmas dan polsek terdekat,” paparnya.

Ia menuturkan bahwa Apindo memang mengkhususkan diri untuk melayani vaksinasi dalam jumlah besar. ”Gubernur minta kita tetap adakan kegiatan vaksinasi, tapi jika pesertanya sedikit, tidak bisa dilaksanakan,” terangnya. (***)

 

 

Reporter : Rengga Yuliandra, EUSEBIUS SARA, RIFKI SETIAWAN
Editor : RATNA IRTATIK