Opini

Batam Logistics Ecosystem di Pelabuhan Batuampar

batampos.id – Progres kesiapan pembangunan Gerbang Masuk Terminal Batu Ampar yang terintegrasi dengan Auto Gate System, yang merupakan bagian dari Batam Logistic Ecosystem (BLE) Pada tanggal 12 (hari Selasa) Oktober 2021Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, bersama dengan Anggota Bidang Pengusahaan, Syahril Japarin lakukan peninjauan proyek di Pelabuhan Batu Ampar. Gerbang Masuk terminal Batu Ampar dengan Auto Gate System yang terintegrasi BLE dan B-SIMS 80 persen sudah terealisasi, cepat direalisassikan dimana sebelum itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI dan Menteri Keuangan, didampingi Gubernur Kepri meresmikan Batam Logistics Ecosystem (BLE) Kamis (18/3) bertempat di BP Batam. BLE merupakan upaya pemerintah pusat dan daerah untuk menjadikan Batam menjadi lebih kompetitif untuk investasi. Sekalipun di era darurat kesehatan dengan pandemi covid-19 masih sulit untuk menggerakkan kegiatan namun momentum ini dapat mempersiapkan Batam sebagai Kawasan berbenah diri kedepan bersiap-siap dalam memulai kebangkitan dari keterpurukan yang sudah lama, beberapa kebijakan yang di tetapkan dalam berbagai regulasi seharusnya dapat mempersiapkan kegiatan investasi bangkit, itu harapan pemerintah baik di pusat maupun di daerah. Betul kata Menteri Keuangan, bahwa tidak hanya melakukan apa yang disebut promosi investasi, namun kita juga harus bekerja, pekerjaan rumah kita adalah membereskan rumah kita sehingga pada saat investor datang, dia melihat Indonesia is really open for business, tidak hanya lip service. Diakui tegas dan jelas, bahwa saat ini biaya logistik di Indonesia masih terlalu tinggi, bahkan lebih mahal 10% dibandingkan negara tetangga. Hal itu membuatnya pengusaha harus mengeluarkan lebih banyak dana agar bisa mendatangkan investasi.

Ruang Lingkup BLE dan NLE

BLE yang merupakan bagian dari NLE dapat menjadi wadah untuk mempertemukan komunitas logistik di sektor permintaan dengan komonitas logistik di sektor persediaan. Memfasilitasi importir dan eksportir dengan berbagai fitur logistik dari hulu hingga hilir, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI bahkan secara tegas menyatakan pemerintah tidak akan main-main dalam pelaksanaan BLE dan NLE. Pemerintah juga tidak akan memberikan ampun bagi petugas maupun pengusaha yang masih nakal di lapangan. Artinya, kepastian hukum dalam melaksanakan konsep BLE sangatlah perlu, termasuk pelayanan publik yang transparan. Sebab, jika regulasi dan atau kebijakan yang di terapkan sering berubah-ubah juga dapat menghilangkan kebaikan dan efektifitas dari kompetitifnes dari sistem pelayanan yang dijalankan, dan kondisi itu dapat menghilangkan kepercayaan dari para investor dalam melakukan kegiatannya di Batam sebagai Kawasan perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.

Tujuan BLE dan NLE

Tujuan pemerintah memberlakukan BLE maupun NLE adalah untuk efesiensi. Selama ini biaya logistik yang dikeluarkan investor/pengusaha di Indonesia mencapai 23%. Kalah bersaing dengan negara tetangga kita yang pengeluaran mereka hanya 15%. Selisih yang cukup besar ini akan membuat keberadaan logistik kita kalah bersaing terus. Maka pemerintah targetkan pada 2024 nanti biaya logistik tadi bisa ditekan hingga 15%, Menteri Keuangan, juga menegaskan meski pandemi Covid-19 melanda namun pemerintah tetap komitmen menciptakan iklim investasi yang baik sehingga bisa kompetitif di bidang logistik. Kendati demikian untuk menuju ke titik itu harus menjadi upaya bersama mendukung dan saling menguatkan agar tercipta ekspor dan impor yang legal. Semua yang terlibat dalam BLE ini harus bisa memberikan pelayanan terbaik. Bagaimana agar investor/pengusaha memilih sistem yang legal karena bisa menekan biaya yang tinggi. Pelayanan yang cepat sebagai kemudahan dengan progresif dapat melihat persoalan di lapangan, untuk menciptakan biaya yang murah (relatif), sebab sekalipun murah tapi lambat, percuma juga.

Kesiapan Pelabuhan

Tahun ini kita sedang melakukan pengembangan pelabuhan, khususnya di dermaga utara, dan rencana pengembangannya akan selesai pada tahun 2022 mendatang, begitu juga dengan beberapa bangunan di sekitar pelabuhan akan ditata. BP Batam sudah menyiapkan anggarannya dan ini adalah komitmen BP Batam untuk mewujudkan BLE yang pada muaranya untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas. Auto Gate System Pelabuhan Batuampar sudah resmi beroperasi. dengan penerapan Auto Gate System ini, ISPS Code juga dapat dijalankan Auto Gate System ini juga dapat meningkatkan sistem keamanan pelabuhan karena tak semua kendaraan dapat bebas lalu lalang di Pelabuhan yang telah menerapkan ISPS Code ini. BLE merupakan platform yang dibangun oleh Bea Cukai Batam yang terintegrasi sistem milik CIQP dan sistem B-SIMS (Batam Seaport Information Management System) yang dibangun BP Batam untuk mempermudah pengurusan layanan perizinan dalam satu platform. Dengan penerapan BLE, maka pengguna jasa hanya perlu melakukan pengurusan data tunggal untuk layanan jasa kepelabuhanan sehingga intensitas tatap muka dengan petugas dapat diminimalisir dan waktu pelayanan menjadi lebih efisien. “Pengintegrasian B-SIMS, Auto Gate System dan TPS Online bertujuan untuk mempercepat alur masuk dan keluar barang di Pelabuhan. Diharapkan dengan berjalannya digitalisasi ini maka akan mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh pengguna jasa sehingga diharapkan dapat menstimulus perekonomian khususnya penurunan tarif logistik, pengembangan sarana dan prasarana Auto Gate System demi mendukung implementasi Batam Logistic Ecosystem telah dilakukan sejak November 2020 lalu.

Gate otomatis

Telah dipasang untuk gate in dan gate out serta telah dilakukan uji coba dengan sistem TPS Online milik Bea Cukai Batam sejak Januari hingga Maret 2021. Sosialisasi kepada pengguna jasa baik dari kalangan perusahaan bongkar muat dan perusahaan pengurusan jasa kepabeanan untuk menggunakan web service B-SIMS juga telah dilakukan beberapa tahap. Pengguna jasa akan menggunakan B-SIMS sebagai portal pengeluaran dan pemasukan barang dari dan ke Pelabuhan. B-SIMS juga terintegrasi dengan sistem TPS Online milik Bea Cukai sehingga pengguna jasa dapat melacak informasi lokasi kontainer yang ditimbun di TPS Pelabuhan Batu Ampar. Dengan penerapan otomatisasi melalui Auto Gate System ini, diharapkan dapat menjawab keluhan para pengguna jasa yang selama ini harus mengantre panjang di pos pemeriksaan Bea Cukai saat kegiatan bongkar muat sedang padat di Pelabuhan Batuampar. Keluhan-Keluhan para investor sepertinya sudah mulai di respon oleh BP Batam sebagai operator pengelola Kawasan, ini hal baru dan bagus terus ditingkatkan.

Oleh: AMPUAN SITUMEANG, Peneliti/Praktisi, Akademisi Hukum di Batam