Metropolis

November 2021, Target Semua Warga Batam Telah Divaksin

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, saat meninjau vaksinasi Covid-19 bagi pelajar dan anak-anak, belum lama ini. (Humas Pemko untuk Batam Pos)

batampos.id– Wali Kota Batam Muhammad Rudi menargetkan 100 persen warga Batam sudah divaksin November mendatang. Berdasarkan data masih ada 16 persen target sasaran vaksin yang masih belum divaksin hingga saat ini.

BACA JUGA: Pemko Batam Kebut Vaksinasi Usia Pelajar

“Masih ada sekitar 16 persen lagi yang harus kita kejar. Target sasaran kita kan 907 ribu untuk masyarakat umum ditambah pelajar 117 Total yang sudah vaksin 84 persen untuk dosis pertama dan dosis kedua 60 persen. Saya rasa bulan depan bisa 100 persen. Makanya saya minta puskesmas satu hari target 500 orang, sehingga bisa tercapai target ini,” kata dia, Senin (11/10).

Rudi mengatakan bulan lalu sudah menggelar rapat untuk percepatan vaksinasi di Batam. Waktu itu capaian masih 74 persen dan sekarang 84 persen, artinya sudah ada kenaikan kurang lebih 10 persen dalam waktu satu bulan. Sekarang target sisa 16 persen, dan diharapkan bulan November 2021 selesai.

“Makanya saya sudah tugaskan Pak Asisten untuk selesaikan ini. Kalau bisa semua tercapai baik Hinterland dan Mainland. Kalau untuk Hinterland target sudah bagus. Masyarakatnya sangat welcome, bahkan mereka sampai sewa kapal untuk dapat vaksin,” bebernya.

Terkait penambahan kasus dari PMI yang masuk ke Batam, Rudi menjelaskan untuk saat ini, PMI yang masuk melalui Batam dari Malaysia dibagi ke dua lokasi yakni Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang, dan rusun.

“Makanya sebenarnya kita seharusnya sudah berada di Level 1. Salah satu alasan lain adalah tingkat hunian Bed Occupancy Rate (BOR) Rumah Sakit yang telah berada di bawah 5 persen.

Saat ini, Rudi mengaku sudah menjalin komunikasi dengan pihak RSKI Galang, dan juga Pemerintah Provinsi Kepri mengenai penambahan kasus yang tercatat di RSKI Galang. Dan meminta data PMI dicabut dari Batam.

Adapun komunikasi yang dilakukan, guna meminta agar data PMI yang masuk melalui Batam, tidak masuk ke dalam indikator penanggulangan Covid-19 di Batam.

“Kita minta kebijakan melalui RSKI agar perihal ini bisa disampaikan ke Pemerintah Pusat dan Kementerian Kesehatan,” paparnya. Hingga saat ini kedatangan PMI melalui Pelabuhan Internasional Batam Center, masih terdata setiap hari.

“Kita tak tahu kedatangan akan berakhir kapan. Karena setiap hari para PMI dari Malaysia yang kembali ke Indonesia melalui Batam masih ada setiap hari. Kalau data tak masuk Batam tentu pencatatan dan laporan kasus ke pusat lebih baik,” harapnya. (*)

Reporter : YULITAVIA
Editor : tunggul