Nasional

Seleksi PNS 2022 untuk Guru Diminta Dilanjutkan, Jangan Hanya PPPK

Ilustrasi tahapan seleksi PPPK. (Dok. JawaPos.com)

batampos.id – Angka kebutuhan guru aparatur sipil negara (ASN) di sekolah negeri secara nasional pada 2021 berjumlah 1.090.678 orang. Jika dikalkulasikan sampai 2024, maka angka kebutuhan guru ASN berjumlah 1.312.759 orang.

Dari data Kemendikbudristek, jumlah guru berstatus PNS mengajar di sekolah negeri pada 2021 adalah PNS 1.236.112 atau 60 persen, sedangkan yang berstatus non PNS (honorer) sebanyak 742.459 atau 36 persen.

Artinya, hampir 40 persen status pendidik di sekolah negeri adalah guru honorer. Tentunya dengan adanya guru honorer, kegiatan pembelajaran dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Iman Zaenatul Haeri pun berharap kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar pemerintah membuka seleksi guru PNS pada tahun depan.

“Besarnya angka kebutuhan guru ASN di sekolah negeri, terjadi karena akumulasi kebijakan pemerintah yang cukup lama melakukan moratorium (penghentian sementara) penerimaan guru PNS,” ungkap dia kepada JawaPos.com, Senin (18/10).

Alhasil, kebutuhan guru mengajar di sekolah negeri digantikan oleh guru honorer yang terus direkrut, baik oleh pemerintah daerah (pemda) maupun sekolah. Rekrutmen guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dinilai bukanlah solusi jangka panjang, melainkan solusi jangka pendek.

Mengingat status kontraknya yang maksimal 5 tahun bagi guru PPPK, jauh berbeda dengan guru PNS yang bertugas sampai pensiun usia 60 tahun. “Bagaimana jika kontrak PPPK-nya diberikan 1 atau 2 tahun saja? Tentu manajemennya tidak akan menutupi kebutuhan guru ASN jangka panjang,” pungkas Iman. (*) 

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim