Home

56 Kelurahan Bebas Kasus Covid-19

 

batampos.id – Penanganan kasus Covid-19 di Kota Batam mulai terkendali. Itu ditandai dalam beberapa pekan terakhir, zona hijau atau wilayah yang tidak memiliki kasus Covid-19 aktif, bertambah.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam per 18 Oktober 2021, terdapat penambahan dua kelurahan lagi berzona hijau yakni Buliang dan Lubukbaja Kota. Sehingga, dengan penambahan ini sebanyak 56 kelurahan dari 64 kelurahan di Batam zona hijau atau nol kasus. Sedangkan sisanya, 8 kelurahan lainnya berzona kuning.

”Sementara Galang yang sebelumnya berzona hijau menjadi kuning karena ada penambahan satu kasus aktif,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Covid -19 Batam, Didi Kusmarjadi, Senin (18/10/2021).

Adapun, delapan kelurahan yang berzona kuning saat ini adalah, Taman Baloi, Kibing, Tanjunguncang, Kabil, Ngenang, Tanjunguma, Sadai, dan Kelurahan Sembulang.
Terkendalinya Covid-19 di Batam ini, juga diklaim karena tingginya penerapan tracing di masyarakat. Dimana, seluruh sumber daya kesehatan diminta meningkatkan tracing.

”Sesuai edaran Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) untuk meningkatkan tracing menjadi 1:15 (satu kasus 15 tracing kontak) sudah kita laksanakan di seluruh puskesmas di Batam,” jelas Kadinkes Kota Batam itu.

Menurutnya, seluruh tenaga kesehatan di setiap puskemas diarahkan meningkatkan tracing menjadi 15 orang, untuk setiap satu kasus positif Covid-19. Tracing tidak hanya bagi kontak erat, tetapi semua jenis kontak. Selain itu, dalam tracing ini, tenaga kesehatan tiap puskesmas akan melibatkan pemerintah setempat seperti camat, lurah, babinsa serta dari bhabinkamtibmas.

”15 orang kontak ini nantinya akan didata untuk selanjutnya di tes PCR atau antigen. Jika hasilnya positif, akan didata dan tracing juga dilakukan pada 15 orang yang memiliki kontak dengannya,” ungkap Didi.

Sementara itu, sepanjang 24 jam terakhir terdapat penambahan satu orang positif Covid-19, dengan jumlah keseluruhan pasien sembuh sebanyak 25.814 orang. Sementara itu, terdapat penambahan satu pasien meninggal dengan jumlah 840 orang pasien.

”Untuk pasien sembuh saat ini berjumlah 24.962 orang,” jelas Didi.

Adapun, kasus aktif saat ini berjumlah 12 orang, di mana tujuh orang menjalani isolasi mandiri dan 5 orang dirawat di rumah sakit.

Lagi, Empat PMI Positif Covid-19

Tim gugus tugas penanganan Covid-19 kembali memindahkan empat orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari lokasi karantina Rusunawa di Tanjunguncang ke Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang karena terkonformasi positif Covid-19, Senin (18/10). Ini adalah pemindahan yang ketiga kali sejak akhir pekan kemarin.

Sebelumnya, ada 19 PMI yang dipindahkan ke RSKI, Jumat (15/10) dan sebanyak 14 orang pada, Minggu (17/10). Sisa PMI yang menjalani karantina di Rusunawa ada 1.127 pada siang, kemarin. Mereka ini adalah yang tiba dari Malaysia dan Singapura dalam sepekan terakhir.

Sebagian sudah menjalani tes swab kedua dan sebagian baru swab pertama. Untuk empat orang PMI yang dipindahkan terakhir adalah yang positif hasil swab pertama di Pelabuhan Feri Batam Center, Minggu (17/10) lalu.

”Belum banyak yang dipulangkan (ke daerah asal) karena masih menunggu hasil swab kedua,” ujar dr Anggitha, petugas medis yang menangani kesehatan para PMI di Rusunawa Tanjunguncang.

PMI yang masih bertahan di lokasi karantina adalah mereka yang pulang sepanjang pekan ini. Gelombang kepulangan PMI memang cukup tinggi sepanjang pekan ini, sehingga jumlahnya kembali meningkat dibandingkan dengan pekan-pekan sebelumnya.

Membeludaknya PMI ini tentu menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan gugus tugas penanganan Covid-19 agar tidak ada lagi cluster baru Covid-19 yang dibawa oleh PMI tersebut. Para PMI harus menjalani dua kali swab agar hasilnya benar-benar efektif. Jika negatif, maka harus menjalani karantina terlebih dahulu sebelum dikembalikan ke daerah asal. Begitu juga jika hasilnya positif, maka harus dirawat di RSKI Galang hingga dinyatakan sembuh. (*)

 

 

Reporter : Rengga Yuliandra, EUSEBIUS SARA
Editor : RATNA IRTATIK